Prolog

Prolog

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 8, 2016
Hai namaku Nizar Alifmawan, aku dilahirkan di dunia dengan membawa jutaan warna yang membuat orang tuaku bahagia. Aku hanya seorang pemuda biasa yang tak mahir merangkai kata-kata namun berusaha mempelajarinya... Jadi di awal aku akan menceritakan kisahku dimana aku merasa hal yang seharusnya tak wajat terjadi zaman itu malah terjadi saat itu. Tepat di bangku SD kelas 1, aku melakukan hal yang mungkin sedikit 'norak' atau bahasa jaman sekarang 'lebay', dimana aku melakukan hal itu merupakan pengalaman pertamaku, saat itu aku sering menonton salah satu sinetron televisi, sebut saja"Calon Kupu-Kupu" dimana sinetron itu telah dengan mudahnya mensugesti pikiranku yang masih lugu untuk mengungkapkan apa itu cinta. Pada saat itu, aku merasa aneh, gugup, malu, merasa berdebar-debar dan bahagia apabila aku berada dekat dekatnya, namun aku menyadari bahwa aku hanyalah seorang anak yang pemalu apabila memiliki rasa dengan seseorang, pikiranku selalu diambil alih oleh hati saat itu... -TBC
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • DUNWICH
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Hati Yang Retak || Alwi Assegaf [End]✔
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • My Diary
  • WIZARD (Broken Butterfly) END

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines