Friendly With Love

Friendly With Love

  • WpView
    Reads 1,032
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2020
Siapa bilang cinta tidak bisa diajak berteman? Dicerita ini Cinta dan Rayi akan mengajak kamu untuk memahami tentang arti cinta didalam hubungan persahabatan, friendzone ngga selamanya buruk kalau kamu bisa melihat sisi positifnya. Butuh segenggam keberanian untuk mengungkapkan cinta, tapi butuh dua tangan untuk menutup mata yang terlanjur menangis karna urung mengungkapkan cinta. Semua yang terlihat buruk akan berubah menjadi hal baik ketika kita meyadari kalau hari cuman punya dua pilihan. Yang pertama, hari akan penuh dengan kebahagian saat kita merasa beruntung sepanjang hari, sedangkan yang kedua, hari akan menjadi berharga saat kita mendapatkan pengalaman didalamnya. Semua hari sama-sama berati dan memiliki makna, tergantung kita memilih yang pertama atau yang kedua. [SEBAGIAN DARI BAB CERITA INI DI PRIVAD, FOLLOW UNTUK BISA MEMBACA PENUH CERITA INI] Design Cover by BNawazz
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pal In Love
  • ♚BEST FRIEND ZONE♚
  • He is not My Best Friend (End)
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Aku Takut Dicintai
  • 🎀Sahabat Jadi Cinta🎀
  • Just Friend, not more [COMPLETE!✔]
  • Second Sign
  • Complicated Friend Zone
  • Between Us

[TELAH TERBIT] "Selalu ada luka, diantara persahabatan dan cinta." ÷×+-=Pal in Love=-+×÷ Masuk kelas unggulan di sekolah barunya jelas bukanlah hal yang diharapkan oleh seorang Kia-siswi dari kelas reguler sebelumnya. Kia sendiri malah lebih suka menyebut keputusan kepala sekolah yang notabene sahabat papanya itu sebagai musibah. Tentu saja Kia cukup sadar kalau dirinya hanyalah tipe murid kurang rajin belajar dan masih suka menghabiskan waktu untuk main piano tales di ponsel. Lalu, harus punya teman sekelas bermuka tembok dan bermulut menyebalkan seperti Andra adalah musibah tambahannya. Kesan pertama yang buruk di awal membuat Kia dan Andra selalu saja tidak bisa akur satu sama lain. Adu mulut dan saling lempar pelototan adalah cara yang mereka pilih untuk berkomunikasi. Di setiap kali pertemuan, pasti ada pertengkaran. Tapi hari-hari terus berlanjut. Berbagai cerita datang satu per satu diantara Kia dan Andra. Dan semua itu mulai menjebak mereka dalam alur dengan cinta dan persahabatan sebagai konfliknya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines