Starlight, The Volunteers

Starlight, The Volunteers

  • WpView
    LECTURAS 241
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 14, 2016
"Fariz," wanita berkerudung itu menghampiri Fariz, lelaki berkacamata yang sedari tadi duduk termenung melihat anak-anak bermain sepak bola di tanah lapang. "Ada apa, Sal?" Fariz menoleh, dan tanpa perintah wanita itu duduk di sebelahnya. "Aku lihat kau sebenarnya berpendidikan. Punya potensi di segala bidang. Pembangunan, orasi, wirausaha, apapun itu. Tapi kenapa kau memilih menjadi relawan di desa terpencil?" Tanya wanita itu, bagai reporter bertanya kepada narasumbernya. Dengan menopang wajah dengan dada dan senyum yang dilebarkan, dia berkata, "aku hanya tak ingin melihat mereka, anak-anak itu, dan desa ini, bahkan negara ini tertinggal dari teman sebayanya di bumi ini. Mungkin aku hanya menjadi sedikit helium dan kau hidrogen, namun jika keduanya diperbanyak akan membuat matahari? Matahari baru yang menerangi bangsa dan dunia," dan mempersilahkan pipi wanita itu memerah. Tersipu. [Terinspirasi dari Lentera Indonesia di NET.]
Todos los derechos reservados
#17
relawan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • OBOR PITU
  • Dear Fenly || Un1ty
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Dating Demi Gengsi
  • Lelaki Bayaran [END]
  • Bulan Di UfukTimur [#3.SGS] (Tersedia E-book)
  • Love in Difference
  • Rumah Tanpa Atap
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG
OBOR PITU

"Kau adalah penerus terakhir darah Sri Murni. Hanya kau yang bisa menyalakan obor itu kembali." Kumala Wijayanti, gadis 17 tahun dengan kaki pincang dan hidup sederhana, tak pernah menyangka masa depannya ditentukan oleh sebuah desa yang bahkan tak tercatat di peta. Kedatangan Pandu-pemuda misterius dari desa gaib Obor Pitu-mengubah segalanya. Ia diberi tiket menuju dunia di mana waktu berhenti dan cahaya obor menjadi sumber kehidupan. Di sana, Kumala harus memilih: menerima takdir sebagai penyelamat desa terkutuk itu, atau menolak panggilan darahnya dan kehilangan orang-orang yang mulai ia cintai. Namun setiap obor yang menyala menuntut pengorbanan, dan setiap rahasia yang terbuka membawa Kumala pada kebenaran pahit tentang cinta, darah, dan takdir yang tak bisa dihindari.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido