Malam-Malam Yang Mengancam

Malam-Malam Yang Mengancam

  • WpView
    Reads 14,945
  • WpVote
    Votes 578
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 1, 2016
Part 1 2 Januari Hari ini, aku terbangun dari tidurku. Tidur yang cukup lama, dari pukul 8 malam hingga pukul 11 siang. Hingar bingar perayaan tahun baru masih terngiang di telinga ku. Aku masih bisa mencium aroma asap barbeque dari bajuku yang belum ku ganti selama sehari penuh. Aku dan teman-temanku merayakan pesta pergantian tahun baru ini cukup meriah. Yah, pestanya memang terkesan hedonis. Daging bakar, jagung bakar, bakso, minuman bersoda, air mineral, beberapa kaleng bir serta dentuman musik yang sangat keras diatas teras rumah temanku. Namun aku jarang sekali bertemu dengan mereka dan akhirnya aku menyempatkan waktu untuk menghabiskan malam tahun baru bersama mereka. Aku bangkit dari tempat tidurku. Sinar matahri menerpa wajahku dengan terik ketika aku membuka kaca jendela kamar kos ku. Suara burung terdengar sangat merdu, entah siapa yang memelihara. Dibawah hanya terdengar suara gesekan sapu lidi dengan aspal, yang menandakan Pak Mamat, sang penjaga kos, sedang menjalankan tugasnya. Pak Mamat orang yang ramah, meskipun aku baru beberapa hari mengenalnya. Ya, benar, aku baru saja datang kesini, ke kota kecil ini. Aku tertarik datang kemari karena suatu pekerjaan yang menurutku sangat memberikan tantangan. Aku menghabiskan banyak waktu kuliah desain ku dengan belajar berbagai media editing. Cukup melelahkan, namun hasilnya sekarang aku merasa cukup punya bekal ilmu. Perutku mulai lapar. Aku membuka kulkas, kemudian menemukan beberapa butir telur dan sawi, serta sekaleng kornet. Aku memang terbiasa memasak dari dulu. Singkatnya, aku sudah duduk didepan televisi yang menayangkan gosip terhangat dari artis lokal sembari menyantap makanan yang tadi ku masak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • limited to friends or falling in love '?'
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Im Pregnant
  • You Are Not My Lover
  • HatiKu Hanya Untuk Kakak KelasKu "JJK"
  • Januari
  • CEO itu Mantanku
  • One Night Stand [GXB]

Cia berdiri didekat jendelanya dan membelakangi orang yang masuk itu. Orang yang masuk itu pun langsung menutup pintu dan berjalan menuju cia lalu memeluknya dari belakang. Cia kaget dan langsung menoleh. "Cio" kaget cia. "Maafin gue ya" Cia melepaskan pelukan itu dan berbalik menghadap kearah cio. "Maaf lo bilang hah?gue udah nunggu lo 5 tahun io 5 tahun terus gue udah nunggu lo dari pagi io dan gue belom makan sama sekali cuma buat nunggu lo" ucap cia berapi api. Cio langsung membawa cia kepelukannya lagi tetapi cia meronta minta dilepaskan dan itu membuat cio mengeratkan pelukannya dan tak lama cia diam dipelukannya dan menangis. "Hiks..hiks.." "Gue minta maaf cia gue emang salah gue cuma mau tau lo nepatin janji atau gak lo masih nunggu gue atau gak dan ternyata lo nunggu gue dalem hati gue gue seneng banget cia i miss you and i love you" Cia membeku mendengar cio mengungkapkan perasaannya. Akankah cia membalas perasaan cio?

More details
WpActionLinkContent Guidelines