You Are My Sister

You Are My Sister

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa<5 mins
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 10, 2016
"Aku tahu jika dirimu bukanlah sebagian dari darah daging keluargaku. Entah mengapa, aku begitu menyayangimu" Gadis berhijab hitam pada seorang gadis yang begitu disayanginya. ¤You are My Sister¤ Nampaknya hujan deras kini membanjiri kampung halaman gadis berhijab hitam. Sebuah gadget sederhana yang dipegangnya begitu erat dan ditemani beberapa obrolan kecil dalam jejaring sosial, cukup menghangatkan suasana malam ini. Lama berchatting ria dengan teman dunia mayanya, kini gadis berhijab hitam hanya bisa menatap kosong langit-langit kamarnya. Dengan balutan cat warna putih yang semakin membuat dirinya terhanyut dalam sebuah hayalan. Mengingat sebuah janji yang disepakati antara dirinya dan gadis bertubuh tinggi yang berprawakan tomboy tersebut, ia merasa bahwa dirinya telah bersalah. 'Siapa yang harus aku salahkan ? kakak yang datang sore hari atau karena waktu yang benar-benar tak mengijinkan kita untuk bertemu sejenak ?' Ucap gadis berhijab hitam dalam hatinya. Tak ingin rasanya jika ia harus pulang ke rumah sebelum bertemu dengan gadis yang sudah membuat janji bersamanya. Selama diperjalanan, sempat gadis berhijab hitam meneteskan cairan bening di sudut-sudut mata belonya. Namun, semua itu ia tahan dengan berat hati. Apa jadinya jika ia menangis dalam sebuah Angkutan Kota. Orang lain yang melihatnya akan beranggapan bahwa gadis berhijab hitam sedang di landa putus cinta. Tentu saja semua itu tak ingin terjadi pada dirinya. Gadis berhijab hitam hanya bisa mengalihkan obrolannya dengan seorang gadis yang disayanginya melalui jejaring sosial. Mulai dari obrolan hati-hati di jalan sampai ke obrolan pandai memasak air dan mie instant. Suasana berubah begitu saja. Kini gadis berhijab hitam tak lagi merasakan kesedihan dalam hatinya. Akan tetapi, ia merasa jika di sudut mata belo kanannya terasa sakit dan berat. Rasa itu ia abaikan begitu saja. Gadis berhijab hitam hanya menganggap karena dirinya lelah dan mengantuk.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GoGo Tomago x Maler Reader
  • Tum sirf hamari ho 18+
  • Be Andaaz
  • Word Of Action!✔️
  • Vowels Of Raghuvanshi's
  • Dil Se Rooh Tak
  • Meri - Tumhari - Humari adhoori kahaani
  • Synthesis of Scattered Pieces ✔️

You are a young man who his entire life lived in America. You have always been smart and been ahead of everyone in your class. You lived alone with your little sister (Who is 10) and when you had spare time at night, and could not build whatever you wanted due to the lack of money, you decided to try ad help with the crime in your city. As a way of letting your sister have a better life. You worked with what you had, and you were able to create two handguns that would shoot rubber bullets with electroshock effect. To make sure criminals would stay down without killing them. He would listen to the radio to see if there was any criminal activity. That was until you got accepted into your dream university "San Fransokyo Institute of Technology". Where you could build whatever you wanted. So you moved to Fransokyo, as your city's crime rate went way down, and your sister could have more opportunities there. After you arrived at your apartment you started your first day at the university to meet a young boy name Hiro Hamada, Honey Lemon, Wasabi, and Fred. But then there was Gogo Tomago, a young woman who caught your eye. Your first time meeting her was not exactly ideal, as you ended up knocking her bike over. Which she did not like very much. So you went home feeling awful, but your little sister made you feel better. You decide not to listen to the radio for crime, but after a few days you could not help yourself and tune in. To soon go into action after discovering a gang fight was about to go down, where innocents could get hurt. But little to your knowledge, there was already a hero group in the city. [Your fighting style is kind of like Red Hood. If you know who that is] I don't own any of these character from Big Hero 6.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido