Truth Or Dare

Truth Or Dare

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 24, 2016
"Truth Or Dare?" tanya Lina "emmm, Dare aja" kata Kiky santai "beneran dare ky?" tanya Dina tak yakin "iya dare, gue capek truth mulu" balas kiky lagi "Oke, lo milih dare. tapi dare kali ini beda. kalo lo bisa menuntaskan dare ini lo bisa liat siapa yang bener2 sayang sama lo" kata Lina membuat Dina dan Kiky melongo "Serius amat lo Na," kata Dina "Iya Na, maksud lo apaan sih?" tanya Kiky heran "Gue sengaja bikin ini biar lo liat mana yg bener2 sayang sama lo" kata Lina datar "Okay, apaan sih Dare nya Na?" tanya Kiky penasaran
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Koordinator Cjr
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • Truth or Dare (Completed)
  • Entangled 2 (lanjutan)
  • Cinta Aneh Dan Perjalanan (Greshan )
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • my husband, my best friend's ex-girlfriend(End)
  • "ASSALAAMUALAIKUM Habibati" _END_
  • Naughty Nanny

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines