AUNAVA
  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 23, 2016
WpInfo
Fiction
Fantasy
PROLOG kebanyakan orang bilang aku mempunyai keterbatasan dan tak bisa melakukan hal apapun,aku selalu di jauhi karna sikap ku yang menurut mereka sangat aneh . Tapi,untukku itu sama sekali tidak terlihat aneh sedikitpun,karna bagi ku "aku lebih nyaman menjadi diriku sendiri,tak peduli dengan yang lain,aku tak menghiraukan mereka,mungkin terkadang aku ingin sepertii mereka,tapi untuk apa aku menjadi mereka sedangkan dalam diriku dan dalam hati kecil ku aku tak pernah merasa kan kebahagian dalam hidup,karna ini lah salah satu cara ku untuk membahagiakan diriku sendiri" -audrey nathalia vanderwk
All Rights Reserved
#29
siencefiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Behind The Smile
  • ALGENTA
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • The Other Side
  • My mate is my little friend
  • Stairway To Heaven
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Kamu

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines