2:48 [ON HOLD]

2:48 [ON HOLD]

  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 29, 2016
"Kau mencintai ku seperti saat kau menyesap kopi. Menyesap nya perlahan kemudian kehangatan datang tanpa kau minta" Melarikan diri ke negara orang memang pilihan tepat bagi Kamia. Melarikan diri dari mantan kekasih nya yang mungkin saja memintanya kembali, ibu yang lebih menyayangi kucing nya daripada anak sendiri, dan ayah yang overprotective. Di Prancis, negara pelarian Kamia, Kamia bebas melakukan yang ia mau tanpa seorang pun tahu, melakukan yang ia mau tanpa komentar-komentar yang memuakkan, mencari suasana baru, dan yang terpenting melaksanakan misi nya dalam mencari pacar baru. Dalam menjalankan misi mencari pacar baru, Kamia bertemu dengan Dave seorang CFO muda dari perusahaan besar milik ayah nya sekaligus pemilik kedai kopi di Prancis. Kamia bertemu Dave dalam pesawat menuju Prancis. Kesan pertama nya dengan Dave memang memalukan, sangat memalukan. Namun siapa sangka kalau Dave ternyata menyukai kesan yang dibuat Kamia? Cover made by: xXArachnidXx
All Rights Reserved
#74
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Coffee Crush
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Manisnya kamu pahitnya kopi
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Secangkir kopi dan cerita ✔
  • Coffe Shop
  • I Can't See You
  • Cinta Secangkir Kopi
  • I Latte You
  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines