2:48 [ON HOLD]

2:48 [ON HOLD]

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 29, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau mencintai ku seperti saat kau menyesap kopi. Menyesap nya perlahan kemudian kehangatan datang tanpa kau minta" Melarikan diri ke negara orang memang pilihan tepat bagi Kamia. Melarikan diri dari mantan kekasih nya yang mungkin saja memintanya kembali, ibu yang lebih menyayangi kucing nya daripada anak sendiri, dan ayah yang overprotective. Di Prancis, negara pelarian Kamia, Kamia bebas melakukan yang ia mau tanpa seorang pun tahu, melakukan yang ia mau tanpa komentar-komentar yang memuakkan, mencari suasana baru, dan yang terpenting melaksanakan misi nya dalam mencari pacar baru. Dalam menjalankan misi mencari pacar baru, Kamia bertemu dengan Dave seorang CFO muda dari perusahaan besar milik ayah nya sekaligus pemilik kedai kopi di Prancis. Kamia bertemu Dave dalam pesawat menuju Prancis. Kesan pertama nya dengan Dave memang memalukan, sangat memalukan. Namun siapa sangka kalau Dave ternyata menyukai kesan yang dibuat Kamia? Cover made by: xXArachnidXx
All Rights Reserved
#163
paris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • I Can't See You
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Love on The Street
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Arsyilazka
  • LOVE YOU, A LATTE [COMPLETE]
  • My Barista Boy(Friend)
  • Manisnya kamu pahitnya kopi

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines