Tari

Tari

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 17, 2016
"Kalo jalan tuh pake mata. Sradak-sruduk aja kalo jalan! Lo fikir ini jalanan punya nenek moyang lo!" Cowok itu terkekeh"Maaf ya, judes banget. Kenalin nama gue Sela!" Aku mendengus kesal, apa coba? Siapa juga yang nanya siapa nama nya. "Gue ga nanya!"ketusku lagipula mana ada nama Sela, ada sih tapi untuk perempuan sedangkan dia? Dia kan lelaki. Merasa tahu kebingunganku, dia mengambil tanganku dan menjabat tanganku dan berkata yang membuat keterkejutan ku "Selalu dihatimu" Dan mulai dari saat itu, hari itu. Aku semakin dekat dengan-nya.
All Rights Reserved
#736
absurd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Yang Hilang (On Going)
  • BarraKilla
  • DeaSea
  • Sejarah Kita
  • Semua Tentang Kita
  • D O M I N A N || RUPHA
  • SECRET
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • My Polos Boy (TAMAT)

[ Moqeel Story 1 ] "Dulu, kukira Fattag adalah seseorang yang bisa kuharapkan setelah Papa mengkhianati Mama. Tapi ternyata, dia juga yang menggoreskan luka diatas luka lama yang belum sembuh itu." ~AQEELA CALISTA BRAMWIJAYA~ "Maaf, Aqeela..." ~FATTAH SYAHREZA~ "Jangan selalu hidup dengan bayang masa lalu, Qeel. Karena itu hanya akan membuat kamu jatuh semakin dalam." ~MOHAN SATYA BAGASKARA~ Akankah Aqeela mau untuk membuka hati kembali, ataukah ia memilih untuk menutupnya rapat²? ™ Cerita ini murni karangan author, jika ada kesamaan nama, latar belakang, maupun alur cerita, author mohon maaf ™

More details
WpActionLinkContent Guidelines