Are We Real?

Are We Real?

  • WpView
    Reads 84,439
  • WpVote
    Votes 895
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 26, 2013
WpInfo
Non-Fiction
"Kiss me back." Ucapnya dengan nafas terengah disela-sela ciuman kami. Sementara aku hanya bisa terpaku mendengarnya. Bagaimana aku bisa mencium seseorang yang sama sekali tidak aku cintai? "Baiklah. Mungkin kau belum siap. Aku akan menunggu sampai kau siap." Ujarnya putus asa. "Tapi, sampai kapan kau akan begini? Kita sudah 2 bulan menikah." "Maaf...." Hanya kata itu yang bisa kuucapkan. "Sudahlah. Kata itu tidak menyelesaikan apa-apa." Katanya sambil berbaring membelakangiku. "Err...baiklah. Kau bisa menyentuhku." Kataku pasrah. Mamah sangat menginginkan cucu. Begitupun dengan ibunya. Dia pun sangat ingin mempunyai anak. Jika aku terus begini, pernikahan kita tidak akan ada artinya kan? Bagaimana pun, aku akan berusaha untuk mencintainya. "Sudahlah. Aku tidak ingin menyentuh seseorang yg bahkan tidak ingin menciumku kembali." Katanya dengan nada malas. "Kau bilang kau ingin segera punya anak? Mamah dan ibumu juga berpikiran yang sama kan? Sekarang kau berubah pikiran?" Tanyaku sambil berbaring menghadap pundaknya dan menyentuh pundaknya. "Bukan seperti itu. Hanya saja, bahkan kau tidak mencintaiku. Bagaimana kita bisa-- sudahlah. Tidur saja. Ini sudah larut malam." "Aku akan belajar mencintaimu--" kataku pada akhirnya. "Ya sudah. Tunggu saja sampai saat itu datang. Baru aku akan menyentuhmu." Katanya lalu mulai tertidur dalam diam. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan dirinya. Seorang CEO muda yang sukses. Dia tampan, gagah, kaya. Dia punya segalanya. Tapi aku hanya belum bisa mencintainya. Aku memutuskan untuk menikahinya ketika kita baru bertemu satu sama lain dalam hitungan jam. Apakah aku salah? Lagi pula, sekarang aku sedang belajar untuk mencintainya, kan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • Bocah Resek Jodoh Bu Guru
  • The Perfect Strangers
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • ALRIN
  • The Devil Boss [TAMAT]
  • limited to friends or falling in love '?'
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Disguise... [END]

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines