CINTA SEJATI

CINTA SEJATI

  • WpView
    Reads 310
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 29, 2016
cerita ini berkisahkan 3 orang anak remaja yang sejak kecil selalu bermain bersama mereka adalah marquez , raja dan putri . hingga pada akhir nya tumbuhlah perasaan cinta diantara mereka , marquez mencintai putri sedangkan raja juga mencintai putri tetapi putri mencintai marquez namun takdir memisahkan mereka untuk waktu yang cukup lama dikarenakan ayah marquez yang dipindah tugaskan ke filipina . marquez tidak sempat mengucapkan kata perpisahan namun ia hanya memberikan sebuah boneka saja dan surat ucapan perpisahan tetapi raja yang melihat itu merasa kesal hingga ia mengambil semua itu saat marquez sudah pergi . putri yang hanya melihat marquez tiba - tiba sudah pergi merasa sedih dan juga kesal . BACA DAN JANGAN LUPA LIKE YA ! SORRY CERITANYA BARU SEGINI DULU NANTI AKAN DIUPDATE LAGI
All Rights Reserved
#82
musical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • Love Kingdom [COMPLETED]
  • Semesta (offGun)
  • First Love
  • Sakitnya Mencintaimu
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Rarudet Squad 2 (END)
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines