Phascogra Blood

Phascogra Blood

  • WpView
    Leituras 5,612
  • WpVote
    Votos 546
  • WpPart
    Capítulos 27
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 9, 2017
Buliran-buliran biru menghiasi malam yang sunyi di balik semak-semak. Ya, makhluk yang masih diduga X itu tengah menebar benihnya bak metamorfosis musiman. Indah benar jika dapat kulihat langsung dengan pandangan mata. Tapi itu akan mengerikan jika benar-benar memperhatikannya dengan dekat. Siapa yang menyangka kalau mereka tercipta karena kesalahan terbesar manusia. Jadi, merekalah yang harus bertanggungjawab atas semua ini. Tetapi bagaimana kalau ternyata pihak yang paham betul akan masalah ini justru menyembunyikan kebenarannya? Membiarkan satu persatu manusia menderita karena ulah makhluk itu? Sementara pihak yang tahu segalanya justru melanglang buana bagai burung merak berjalan di karpet merah? Kami harus bertindak! #Don't judge a book from it's cover © Copyright 2016 by Hime_Shegiza
Todos os Direitos Reservados
#637
indonesiamembaca
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • This is not the Past, This is Fantasy World!
  • Be My Endless
  • Por Trás Da Cena [END]
  • Elang [PROSES PENERBITAN]
  • Impossible Wish
  • BUMI OR ANGKASA [END]
  • Bentangan Payung Biru
  • NO TO RUN!
  • Quant (On Going)

Sunyi... Gelap. Dilangit hanya ada sinar putih yang mekar, seperti bulan, entah tak jelas apakah benar-benar bulan. Yang pasti semburan sinarnya menjalar seperti hamparan. Suara teriak ketakutan menggema disana. Disebuah lembah pegunungan yang berkabut emas. "Awas! ada sesuatu yang datang!" "Lari! Lari!" Ratusan orang berhamburan, berlarian, di lembah itu. Beberapa kelompok orang dengan raut kebingungan, akhirnya berhasil bersembunyi kedalam goa. ... "AAARGGHHHHHH..~ AKKHH...!" "JANGAAAN....TOLOOOONG.....TOOLO...OAAAKHH...- "..." Teriakan-teriakan tersebut mendadak mehilang. Mencekam! Suara semburan darah dari tubuh tubuh manusia terdengar bercampur dengan suara angin, berhembus dengan suhu gurun yang dingin, sangat mencekam! Setiap hembusannya kian menusuk adrenalin, diperparah dengan suara-suara aneh dari langit, terdengar layaknya suara lonceng kematian. DARAH BERCECERAN DIMANA MANA... "INI TERLIHAT SEPERTI FILM HOLLYWOOD, TUNGGU DULU INI BUKAN FILM KAN!??" Gumam seorang lelaki yang bersembunyi bersama beberapa orang di goa itu. "Mmm..monster apa itu..?" Sahut seseorang lelaki dengan suara parau dan kaki yang tak berhenti gemetar. "Ssst... pelankan suaramu!" Balas orang disebelahnya. Orang-orang yang bersembunyi, tak berani bersuara. "Satu, dua, tiga... haaah ada empat?? Ehh...?! lima monster...!!" Ada seorang lelaki yang berdiri dengan jarak kira kira 100 meter dari salah satu monster-monster itu. Kuzan. Lelaki ini memiliki sorot mata yang tajam. Alisnya terlihat seperti garis tegas, menunjukkan kesan wajah serius. Ia menatap waspada di sekitar lembah gelap yang diwarnai ceceran merah darah. Saat ini ia mencoba menahan fikirannya yang sedang berkecamuk. TENANG...TENANG... BAIKLAH... TETAP FOKUS... Kuzan terdiam dan berfikir keras , menggigit bibirnya. SEHARUSNYA KITA KEMBALI KE ZAMAN PURBA, JIKA INI BUKAN BUMI ZAMAN PURBA.. TEMPAT 'SIALAN' APA INI...?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo