Phascogra Blood

Phascogra Blood

  • WpView
    LECTURAS 5,614
  • WpVote
    Votos 546
  • WpPart
    Partes 27
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 9, 2017
WpInfo
Ficción
Ciencia Ficción
Buliran-buliran biru menghiasi malam yang sunyi di balik semak-semak. Ya, makhluk yang masih diduga X itu tengah menebar benihnya bak metamorfosis musiman. Indah benar jika dapat kulihat langsung dengan pandangan mata. Tapi itu akan mengerikan jika benar-benar memperhatikannya dengan dekat. Siapa yang menyangka kalau mereka tercipta karena kesalahan terbesar manusia. Jadi, merekalah yang harus bertanggungjawab atas semua ini. Tetapi bagaimana kalau ternyata pihak yang paham betul akan masalah ini justru menyembunyikan kebenarannya? Membiarkan satu persatu manusia menderita karena ulah makhluk itu? Sementara pihak yang tahu segalanya justru melanglang buana bagai burung merak berjalan di karpet merah? Kami harus bertindak! #Don't judge a book from it's cover © Copyright 2016 by Hime_Shegiza
Todos los derechos reservados
#293
nasa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pieces of Light
  • Elang [PROSES PENERBITAN]
  • Impossible Wish
  • BIRU
  • AKARA (GxG) (COMPLETED)
  • BUMI OR ANGKASA [END]
  • My Sweet Niece's Teacher | BinHao
  • Be My Endless
  • NO TO RUN!

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido