VIOLLETTE [Slow Update]

VIOLLETTE [Slow Update]

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 10, 2018
Ini terlihat sangat rumit. Berbicara tentang takdir yang sudah tertulis. Apa yang terjadi dengan dirinya? Apa yang terjadi dengan dunianya? Almira ingin berlari sekuatnya, bisakah? Menitipkan percaya pada mimpi semu, mungkinkah? -- Dia sendiri. Tak pernah ada yang menghangatkannya lagi. Bercerita tentang seorang gadis yang berusaha menemukan serpihan bagian dari dirinya dan harus beranjak dari masa-masa silam terdahulu. Ia berusaha menutupi semua kekesalannya, semua cerita tentang dirinya, membuka lembaran hidup baru tanpa khawatir akan masa lalunya. Tidak ada yang perlu disesali karena semua sudah terjadi. Mengemasi mimpi, menghapus daftar panjang yang ia tulis demi masa depannya. Kini ia harus menapaki takdir yang menyambutnya, karena takdir tidak pernah salah...
All Rights Reserved
#57
pelangi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • Your Presence [End]
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • SOMEONE
  • Dont Worry Beach Happy (On Going)
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • Haters and Lovers of Rain [END]

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines