We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KopiLovy

KopiLovy

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 13, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini bercerita tentang Lily-seorang cewek SMA yang cupu, kurus, dan phobia kopi. Lily paling tidak suka melihat, membuat, apalagi meminum kopi. Menghirup aroma kopi membuat perut Lily mual. Meminum kopi membuat Lily pingsan. Satu-satunya hal yang digemari Lily adalah menulis terlebih membuat puisi. Sikap Lily yang berbeda dengan cewek kebanyakan akhirnya membuat Edo suka menjahilinya. Sementara itu Edo terbilang sebagai pengusaha muda yang sukses mendirikan kedai kopi. Sikap Edo yang iseng berbalik 180 derajat menjadi perasaan suka kepada Lily. Hingga kemudian Edo mengajak Lily kedai kopi miliknya sekaligus bermaksud menawarkan kopi buatannya agar dicicipi oleh Lily. Di kedai itulah akhirnya Lily mempermalukan dirinya sendiri, sekaligus mengetahui siapa Edo dan keluarganya. Begitu pun Lily akhirnya tidak hanya dihadapkan dengan cara menghadapi phobia kopi, tetapi juga bagaimana menerima Edo dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
All Rights Reserved
#198
justwriteit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • L A R A (Falling and Love) ✔
  • My Barista Boy(Friend)
  • Cinta Di Antara Dua Dunia
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • Coffee in love
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • NIRBITA
  • Arsyilazka

Bukan cinta yang Lara rasakan padanya. Itu hanyalah kagum yang menjelma jadi jatuh tanpa cinta. Lara jatuh sejatuh-jatuhnya pada seseorang, tanpa menyertakan cinta di dalamnya. Salah jika seorang adik kelas biasa mengagumi sang kakak kelas yang begitu sempurna? Bahkan tak terdengar salah berapa kalipun Lara mempertanyakan hal itu pada hatinya. Tapi, mengapa begitu menyakitkan di akhir? Dan saat ia beranjak dewasa, ia berjanji untuk tidak akan jatuh lagi. Namun semesta memang suka bercanda. Saat dirinya berjanji tidak jatuh, malah cinta yang tiba-tiba hadir tanpa permisi. Cinta. Cih. Mungkin terlalu dini untuk menyatakan rasa itu sebagai cinta. Lara mungkin hampir mencintai seseorang yang baru, tanpa merasakan jatuh sama sekali. Sebab hanya bahagia yang ia temukan, bukan jatuh yang sakit seperti sebelumnya. Salah, jika dua orang yang ingin bersama, tapi terhalang agama? (Revisi ✔) #cover designed by me, on canva#

More details
WpActionLinkContent Guidelines