Terdahulu

Terdahulu

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 25, 2016
Gadis yang 3 tahun terakhir hidupnya ini di isi oleh seorang lelaki sesempurna yang ingin selalu ada di sampingnya,arin selalu berusaha mencinta sultan lalaki sepempurna itu,tapi saat ia ingin mulai mencintai sultan,langit cinta pertamanya yang dulu telah berkhianat datang dan ingin merebut hatinya kembali. Siapa kah yang arin pilih? Yang selalu ada untuknya atau yang iyya cintai? ****** Yang dulu sudah saya kubur dalam-dalam kini kembali lagi. Seperti flim lama yang diulang kembali,bosan dan saya sudah tau akhirnya. Saya tidak akan pernah menonton flim yang sudah pernah saya tonton. Tapi kamu memaksa saya untuk menontonya. Kamu seperti memastikan akhir ceritanya akan berbeda,padahal kita sedang menonton flim lama. Akan saya tunggu akhir dari flim tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • MELLIFLUOUS
  • Apa Kabar, Luka? (TAMAT)
  • Rannia√
  • Izinkan sekali saja
  • AIRIS
  • ABOUT YOU AND ME (END)
  • Love That Should I Have
  • Please....Beside Me  (Sudah Tersedia Ebook Ya)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines