The Ending

The Ending

  • WpView
    Reads 853
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 26, 2022
"Percaya gak kalau manusia itu punya 7 kembaran di dunia?" "Enggak!" "Percaya gak ada dunia lain, selain dunia kita?" "Eng..enggak." "Gue percaya." °°° "Kamu ya kamu, Aku ya Aku. Kamu! Aku! gak akan menjadi bisa menjadi KITA! Dasar pembohong!" °°° "Ini gak mungkin?" Air matanya terus mengalir, dengan gemetar ia menyentuh tangan yang sudah dingin itu. Semua terasa begitu nyata dan mengerikan, bagaimana bisa? Kenapa harus bisa? Ia tidak sanggup lagi. "Sekian kalinya gue harus kehilangan seseorang yang penting, sekian kalinya gua harus merelakan, sekian kalinya gue harus sendiri lagi." Tubuhnya merosot di dinding, kakinya sudah tidak sanggup menopang tubuhnya. Matanya terpejam lelah. Akhir dari masa mudanya, kenapa harus seperti ini? Apa takdir harus sekejam ini? Apakah kebahagian itu harus ada di setiap hidup manusia? °°°
All Rights Reserved
#754
mingyu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • 𝐃𝐄𝐒𝐓𝐈𝐍𝐘 || 𝐓𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐓𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭 [✓]
  • 6≠1 -  Enam Luka Satu Mata | Boynextdoor ( Gongfourz, Myungnyangz, Dubuz )
  • New Universe : Transmigration
  • New TOY~jr.
  • Cheers To Youth | Seventeen
  • DESTINY [Sudah Terbit]
  • walk on memories || Na Jaemin [SELESAI] ✔

[LENGKAP] Beberapa hal yang mesti kau catat lalu kau baca saat merasa sendiri Ada yang diam diam yang ingin di sapa olehmu.Percayalah. Ada yang mengharap pertemuan kedua,setelah matamu mendarat ke matanya tanpa aba-aba. Ada yang setiap pagi terbangun buru-buru,demi sebuah frasa "selamat pagi" dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat,sebab setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu,tiap kau sebut nama,miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu ,malu malu. Ada yang memilih tertunduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal.Lututnya lemas,tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu.Menunggu sebuah ketukan darimu. Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu lalu. Ada yang tak pernah merasa begitu utuh,setelah lelaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh. Ada yang diam- diam mendoakanmu dalam -dalam. Percayalah

More details
WpActionLinkContent Guidelines