Hello June

Hello June

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 2, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
PROLOG nada itu, iya itu. Tak asing lagi di telingaku. Dia yang pernah mengukir kenangan yang amat indah di bulan juni, dan kini? Seolah seperti semuanya hilang begitu saja. Entah apa yang membuat semuanya seperti ini. Yang jelas aku merindukannya dalam rintikan hujan yang membasahi kota ini. Aku harap kau kembali bersamaku dalam kenangan di bulan juni. "Ayoo cepet, bentar lagi ini mau jam 7 kalian lelet amat sih " ucap salah satu sahabatku yang berkacamata si pintar namun sedikit gesrek dalam hal percintaan, ya dia Samantha. Kita biasa manggil dia sasa. "Iya bentar dong ini baru bangun tau masih ngantuk gini, lagian acaranya di mulai jam 8 ko jadi santai aja" ucap sahabatku yang satu lagi. Ya dia paling kecil diantara kita, agak lola dan susah buat dapetin si doi, ya dia jasmine. dan kita sering dia jaja. "Udah deh kalian ribut, aku mau lanjutin tidur nih" ucapku dengan wajah tanpa dosa. ya aku annalise, panggil saja nana.
All Rights Reserved
#144
enjoy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After You, The Rain Felt Different
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • SELENOPHILE
  • serpihan hati
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Memories in Moon
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Because I'm Stupid (End)

"prolog" Aku selalu percaya, setiap hujan punya kenangan. Dan Bandung... menyimpan kita di antara rintiknya. Dulu, kita pernah berjalan di jalan yang sama. Saling genggam tangan, saling percaya bahwa kita akan bertahan meski apa pun yang terjadi. Tapi waktu, entah kenapa, pelan-pelan mengubah semuanya. Bukan karena kita berhenti mencinta, tapi karena kita berhenti saling memahami. Kita tumbuh... dan entah sejak kapan, kita juga menjauh. Aku masih ingat, kamu yang dulu suka nyore di taman sambil dengerin lagu-lagu mellow, bilang hujan bikin kamu tenang. Sementara aku, cuma bisa duduk diam di sebelahmu, berharap kamu nggak sadar kalau aku selalu ngeliatin kamu lebih lama dari seharusnya. Semuanya indah-sampai kita salah paham. Sampai kata-kata jadi senjata, dan cinta jadi luka. Sekarang, setelah waktu memisahkan kita, aku cuma bisa bertanya dalam hati: Kalau kita dulu sedekat itu... kenapa akhirnya kita jadi dua orang asing di kota yang sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines