Touch Love

Touch Love

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 15, 2016
Jakarta, 03 November 2021. Aku seorang penulis muda yang belum bisa dibilang ahli dalam bidang menulis. Masih banyak yang harus aku pelajari, walaupun aku sudah menerbitkan tulisanku lebih dari 5 buku, tapi rasanya kurang lengkap kalau aku tidak menceritakan kehidupan pribadi aku pada saat jaman SMA dulu. Ya kisah cinta. Kami memang masih labil dalam hal seperti itu, dan masih ingin bersenang-senang. Ya, sudah saatnya aku menceritakan kehidupan pribadiku. Asal kalian tahu saja, aku menulis cerita ini secara diam-diam tidak ada yang tahu. Kalau teman-temanku jaman SMA tahu aku bisa mati. Mati menahan rasa malu. Lampu dari layar handphone-ku berkedip menadakan ada sebuah pesan masuk. From : Mine. Dimana? Aku mau ketemu. Rindu. Aku sedikit tertawa melihat layar handphoneku lalu segera mengetikan balasan dengan cepat. To : Mine. Aku lagi di kafe dekat tempat kerjamu. Kalau rindu, cepat keluar. Aku gak mau nunggu lama. Ya. Dia adalah tunanganku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DON'T FORGET ME || SELESAI
  • RAVENDRA
  • KEPINCUT BRONDONG
  • DIRA  [HIATUS DULU]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Aira
  • Happiness
  • Mission Fails
  • My Cute Little Guy
  • Shivviness[END]

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Mich menghirup vape nya kembali dan menghembuskannya perlahan. Lala yang tidak suka dengan asap vape segera beranjak pergi. "Mau ke mana? tanya Mich. "Pergi lah, asapnya nangudzubillah." "Udah nggak nih." "Bodo amat gue pengen balik." "Gak boleh, ntar lo lapor sama Pak Marsen," "Engga tenang aja, gue janji. Yaudah gue cabut dulu." "La...." lagi-lagi Mich menahan Lala. Lala dengan sangat malas terpaksa mendekati Mich kembali. "Apa lagi si?" Temenin gue di sini," sungguh tidak terduga Mich akan mengatakan itu. Lala yang bingung langsung duduk saja dan kembali menikmati pemandangan kota dengan suasana dingin pada malam hari. "Gue udah nglupain lo, Mich. Jangan buat gue bingung!" "Yakin lo udah nglupain gue?" Lala diam tidak menjawab pertanyaan Mich. Sejujurnya Lala juga tidak tahu pasti apakah ia benar-benar sudah melupakan Mich atau belum. Terkadang, Lala masih deg-degan saat melihat atau berada di dekat Mich, seperti sekarang ini. "Jangan lupain gue, lo gak akan bisa!" Mich menatap Lala lekat-lekat........ • • • Ikutin keseruan kisah cinta SMA nya mereka ya. Kalian juga akan ketemu sama geng kadal dan kawan-kawan....

More details
WpActionLinkContent Guidelines