Touch Love

Touch Love

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 15, 2016
Jakarta, 03 November 2021. Aku seorang penulis muda yang belum bisa dibilang ahli dalam bidang menulis. Masih banyak yang harus aku pelajari, walaupun aku sudah menerbitkan tulisanku lebih dari 5 buku, tapi rasanya kurang lengkap kalau aku tidak menceritakan kehidupan pribadi aku pada saat jaman SMA dulu. Ya kisah cinta. Kami memang masih labil dalam hal seperti itu, dan masih ingin bersenang-senang. Ya, sudah saatnya aku menceritakan kehidupan pribadiku. Asal kalian tahu saja, aku menulis cerita ini secara diam-diam tidak ada yang tahu. Kalau teman-temanku jaman SMA tahu aku bisa mati. Mati menahan rasa malu. Lampu dari layar handphone-ku berkedip menadakan ada sebuah pesan masuk. From : Mine. Dimana? Aku mau ketemu. Rindu. Aku sedikit tertawa melihat layar handphoneku lalu segera mengetikan balasan dengan cepat. To : Mine. Aku lagi di kafe dekat tempat kerjamu. Kalau rindu, cepat keluar. Aku gak mau nunggu lama. Ya. Dia adalah tunanganku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Still You (Completed)
  • DIRA  [HIATUS DULU]
  • KEPINCUT BRONDONG
  • OneStory
  • Mission Fails
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • My Cute Little Guy

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines