Penyair ( Puisi )

Penyair ( Puisi )

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung<5 mins
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 6, 2016
WpInfo
Puisi
Menulis baginya adalah sebuah penderitaan karena setiap aksaranya adalah dusta Menulis baginya adalah sebuah penghinaan karena setiap paragrafnya adalah nista Menulis baginya adalah sebuah penginjakan karena setiap kalimatnya adalah derita Tapi dia tetap menulis Karena tulisannya sangat abra baginya tak terelokan cahaya yang menembusnya Penyair .. Ia itu sebutannya Seorang yang selalu konflik dengan nadinya karena hatinya tak bisa menerima dan otaknya tak bisa meneruskan Seorang yang selalu berkelahi dengan bayangannya karena tangannya tak bisa menggenggam harap dan kakinya tak bisa melaju Seorang yang selalu berdebat dengan sanubarinya karena lisannya tak terucap kata dan hanya tangisnya saja yang selalu mendera Ia begitu lancang sampai aliwawar menghembusnya kencang menuju cakrawala Ia begitu berani sampai sang aji menghukumnya menyebrangi sebuah alun Namun ia begitu bahagia karena sampai saat ini sampai detik ini tulisannya masih mampu melindunginya . Ia percaya tak ada yang abadi yang abadi hanyalah Tuhan dan sebuah Tulisan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Unspoken Bond
  • Mafia's Forced Wife
  • SHAREEF 2023
  • LENGKAP PANDUAN HARVESTMOON BACK TO NATURE
  • BOOK 1: Scars to Your Beautiful [Katelyn x Aphmau]
  • Time keeps running
  • Yearning Hearts - a saga of destiny
  • Vowels Of Raghuvanshi's
  • Soulmates || ArDi|| ✓
  • 𝐁𝐎𝐍𝐃 𝐁𝐘 𝐇𝐎𝐍𝐎𝐑

Description..... Corridor Encounter corridor me Tejas aur Shrenu ka takraav . Tejas ke sarcastic comments aur Shrenu ki sharp wit ke beech ek mini battle chal padi. Tejas (smirking): "Lagta hai tumhe har waqt kisi ko rules samjhane ka shauk hai." Shrenu (calm but firm): "Aur tumhe har waqt rules todne ka." Dono ki arguments usually ek cold war ki tarah hoti thi, jisme dono apne point prove karne ki koshish karte. Jab Tejas ko pata chala ki unka apartment Shrenu ke bilkul opposite hai, to Shrenu aur zyada irritate hone lagi. Shrenu (sarcastically): "Kya yeh mera punishment hai?" Tejas (smirking): "Tumhare sarcasm ka jawab nahi, lekin ab adjust karna seekh lo." .... Kitchen Scene: Shrenu kitchen ki taraf chali jaati , lekin Tejas notice karta hai ki uski ankle abhi bhi pain kar rahi hai. Woh Shrenu ke peeche jata hai aur dekhta hai ki woh halka sa limp kar rahi hai. "Shrenu, ruk jao," Tejas uska haath pakad kar use kitchen se wapas lekar aata hai. Usse sofa par baithata hai aur apne bag se ek pain relief spray nikal kar uske haton me rakh deta hai. ...sab yahi dekh lo .. #ander jakr padho... 😊🤗

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan