CheonSarang Book 2 : MISTAKES

CheonSarang Book 2 : MISTAKES

  • WpView
    GELESEN 4,463
  • WpVote
    Stimmen 557
  • WpPart
    Teile 19
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Feb. 21, 2017
*Baca buku 1 (1004랑:CheonSarang) juga ya, bagi yang belom baca* MISTAKES. Kesalahan. Semua berawal dari kesalahan. Kesalahan dapat berujung kisah yang indah namun juga dapat berujung kisah yang pahit. Kesalahan dalam memilih subjek demi mencari uang. Kesalahan dalam memahami orang lain. Kesalahan dalam persahabatan. Dan kesalahan dalam mengambil keputusan. "Aku kembali, masihkah aku di hatimu?" Kalimat itu terlontar akibat penyesalan masa lalu, kesalahan masa lalu, yang dapat menimbulkan kesalahan kesalahan lainnya. Everything started from : MISTAKES. Happy reading~
Alle Rechte vorbehalten
#5
csr
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Anyeong - KTH -[End]
  • Love's Serendipity
  • Bangtan's Magic Shop
  • LIGHT
  • LOVE AND WAR [Season 2]
  • Don't Ever Change 'Sequel HBC' [VKook] (END)
  • ALL ABOUT YOU
  • Second Chance(COMPLETE)
  • "THE KING"_(ongoing)

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien