We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
 Antara Detik Dan Detak Cinta

Antara Detik Dan Detak Cinta

  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 8, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Setiap detik ke detik bersamamu adalah suatu harapanku, detikku adalah detikmu, dan begitu pula sebaiknya. Aku mencitaimu seperti bagaimana aku mencintai diriku sendiri, bahkan rasanya lebih baik aku yang harus mati, dari pada secuil kulitmu terluka. Eh? "Okeey cutt!!" "Gimana sih kamu Boy? Kok gak bisa fokus melulu! Fodong.. kalau kamu bgini melulu gimana filmnya bisa kelar?" "Ia pak, tapi saya harus berangkat ketempat syuting lainnya. Saya dikejar waktu banget, setiap DETIK saya berharga banget pak!!" "5 jam lagi saya tunggu kamu disini." ** "Mah, denger aku ya.. aku gak papa!! Sekalian jantung aku enggak berDETAK aku tetap selalu ada disamping kalian." "Enggak sayang, kamu harus tetap sama kami Reva. 1 DETAKan dari jantungmu sangat membuat kami bahagia, kemo ya sayang!" "Percuma. Pada akhirnya Papah yang ikut kemo tetap dipanggil tuham juga kan? Untuk apa aku kemo Mah?? Reva cuman mau lakuin sesuatu untuk orang orang yang Reva sayang diakhir akhir hidup aku, itu doang Mah!"
All Rights Reserved
#108
anakjalanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Kenapa Harus Aku [Completed]
  • Just Marriage (JPB Sesi 2) [TERBIT]
  • Crazy Marriage
  • MAS SUAMI (END)
  • NAREVAN ✔️
  • Inside You
  • Pacar Sewaan di Tanggal Tua
  • GORESAN HATI

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha

More details
WpActionLinkContent Guidelines