Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
sarung yang kembali

sarung yang kembali

  • WpView
    MGA BUMASA 40
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, May 16, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
Alright, my first story.. begin! kisah ini terjadi saat kuliah di semester pertama. Saat itu kami mahasiswa baru mengadakan pertandingan futsal cewe dan cowo dimana cosplay nya harus pake sarung. Singkat cerita, pas aku sudah selesai main, sarung ku di pinjem temen cowok yang pada akhirnya tidak pernah dikembalikan hingga 3 tahun lamanya. Masih di semester awal, teman ku yang pinjem sarung tersebut keluar kuliah dan masuk kepolisian, lalu keluar lah dia dari kota tempat kami menimba ilmu, purwokerto. Di tahun ketiga, ketika kampus kami sudah pindah lokasi dan begitu pun tempat aku kos, aku mengalami pengalaman aneh tentang sarung ku yang sudah lama hilang itu. Di suatu sore saat aku pulang dari kegiatan sehari-hari aku menemukan satu tumpukan laundry depan pintu kamar, selimut dan diatasnya sarung ajaib tersebut. Aku bingung dan kaget dan langsung bertanya pada semua anak kosan, siapakah yang mengirim laundry an itu, mereka semua tidak tahu dan tidak lihat siapa yang kirim.
All Rights Reserved
#20
weird
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Grey Of SAKARUNA
  • Di Antara Rumah yang Kosong
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • my story
  • Kelas A [End]
  • Rannia√
  • Im not alone
  • AGAVAN (H I A T U S)

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman