sarung yang kembali

sarung yang kembali

  • WpView
    Membaca 40
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 16, 2016
Alright, my first story.. begin! kisah ini terjadi saat kuliah di semester pertama. Saat itu kami mahasiswa baru mengadakan pertandingan futsal cewe dan cowo dimana cosplay nya harus pake sarung. Singkat cerita, pas aku sudah selesai main, sarung ku di pinjem temen cowok yang pada akhirnya tidak pernah dikembalikan hingga 3 tahun lamanya. Masih di semester awal, teman ku yang pinjem sarung tersebut keluar kuliah dan masuk kepolisian, lalu keluar lah dia dari kota tempat kami menimba ilmu, purwokerto. Di tahun ketiga, ketika kampus kami sudah pindah lokasi dan begitu pun tempat aku kos, aku mengalami pengalaman aneh tentang sarung ku yang sudah lama hilang itu. Di suatu sore saat aku pulang dari kegiatan sehari-hari aku menemukan satu tumpukan laundry depan pintu kamar, selimut dan diatasnya sarung ajaib tersebut. Aku bingung dan kaget dan langsung bertanya pada semua anak kosan, siapakah yang mengirim laundry an itu, mereka semua tidak tahu dan tidak lihat siapa yang kirim.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
weird
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • Rannia√
  • The Grey Of SAKARUNA
  • my story
  • I can CHANGE you
  • My Friend and My Bestfriend
  • Kelas A [End]
  • from me for you

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan