STUCK
  • WpView
    Reads 21,508
  • WpVote
    Votes 2,948
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 6, 2021
Jingga dan Rakha -cowok tertampan di SMP Panduwala- adalah dua sosok cowok yang sering mendekati Belinda. Kedua cowok itu seperti sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Belinda. Tipe Belinda bukanlah seperti Jingga, cowok usil dan menyebalkan. Sejak kepindahan Jingga ke SMP Panduwala di kala kelas dua, cowok itu sering menjahili Belinda tak kenal ampun. Padahal Belinda sendiri dikenal oleh seangkatan sebagai cewek yang cuek dan ketus. Rakha, cowok itulah tipe Belinda. Rakha si Ketua OSIS di masa SMP Panduwala. Diam-diam Belinda menyukai Rakha, karena sikap dan perhatian cowok itu kadang membuat Belinda yakin jika cowok itu menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, Rakha hanya menganggap itu semua candaan semata, cowok itu tak pernah serius padanya. Ketiganya bertemu di SMA yang sama, SMA Cendana Garuda. Belinda yang melihat kehadiran Jingga sempat tidak percaya akan hal itu. Melihat suksesnya Jingga mencuri hati Belinda, Rakha sedikit tergores. Ia memutuskan untuk mendekati Belinda seperti semula. Hingga akhirnya Belinda bertemu dengan sosok Ketua OSIS yang bernama Dalvin, cowok yang sama ketus dengan dirinya. Lalu ke mana hati Belinda akan berlabuh? [.] at least, she's stuck with one person. ---- tulisan dimulai tahun 2017.
All Rights Reserved
#93
stuck
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Parachma [END]
  • GHAVARI
  • Only You
  • Eraser #YOURKIDUCE ✔
  • RAYDEN The Troublemaker's Secret (RakhaMala)
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Elang untuk Dara
  • Cinta
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • IHACOY [Selesai]

"Kita kan sering ketemu Ra, ibarat kata kita udah biasa bareng berdua. Jadi bisa aja kan ada perasaan special yang timbul." Ucap Pandu. Rachma hanya diam sibuk mencerna apa yang dikatakan Pandu barusan, entah malam ini otaknya terasa sangat lambat untuk menerima percakapannya dengan Pandu. "Kita sama-sama dewasa Ra, jadi nggak mungkinkan aku mau main-main sama kamu. Udah bukan waktunya lagi." Imbuh Pandu lagi. "Mas Pandu?," panggil Rachma. Pandu menengok kearahnya, melihat lekat kearah mata hitam nan indah itu dengan lembut. "Jangan bilang iya kalau akhirnya enggak, jangan janji kalau nantinya nggak bisa menepati." Ucap Rachma sendu. "Aku nggak pernah main-main sama ucapan aku Ra, sekalinya aku sayang nggak bakal aku lepas. Walaupun ada yang menentang sekalipun." Tegas Pandu. Malam ini bintang serta cahaya rembulan menjadi saksi antara mereka berdua, membangun komitmen memang tak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada kepercayaan, komunikasi, serta pengertian yang luas dan dikehendaki keduanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines