Maybe i'd better go

Maybe i'd better go

  • WpView
    Reads 386
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 23, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Malam yang sejuk mengiringi kesepianku. Angin malam turut membelai lembut rambutku. Menemaniku yang tengah sendiri menatap indahnya bumi. Sebagai teman paling setia di kesendirianku dalam ketidak adilan ini. "Oh Tuhan,kapan semuanya akan berubah?" tanya ku dalam pengharapan. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk dengan cukup pelan. "Pasti bi Imah." Tebakku "Iya,sebentar!" sahutku sembari berjalan menuju pintu. "Maaf non,waktunya makan malam. Yang lain sudah pada kumpul di bawah." Ucap bi Imah saat pintu kamarku terbuka. "ok bi Dera juga udah laper banget." Candaku padanya. Bi Imah adalah seseorang yang merawatku sejak lahir. Bagiku,ia sudah seperti ibu kandungku. Dirumahku,hanya bi Imah yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit,hanya ia yang selalu repot menyiapkan obat,hanya ia yang selalu tahu betapa sedihnya aku dissat nilai rapotku jauh dari nilai kak Dara. Hanya ia yang tahu betapa aku ingin seperti kak Dara,saudara kembarku. Biarkan aku yang pergi "Wah ada ayam bakar nih. Heem maknyus" ucapku seraya menduduki kursi faforitku, "dasar gak sopan..."sindir ayah padaku. "makannya,jangan nyerocos aja dong jadi cewek." Timbal kakakku,Virgo. "iya Dera,kamu duduk dulu baru ngomong,kan ada papa sama mama disini. Jadi sopan dikit Ra." Tambah kak Dara. "iya Dera, betul tuh kata Dara. Contoh dia." Tambah ibu lagi. "ok,aku pergi. Silahkan makan!!" ucapku dengan sinis. Akupun bergegas naik menuju kamarku tanpa menyentuh sedikit pun makanan disana. Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih. Tapi lebih perih lagi disaat aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang ku sayangi. Mentari menjelma masuk kedalam kamarku yang pemiliknya masih tertidur lelap. Hingga aku terbangun karna silaunya sinar yang menerpa mataku. "hhummh, udah pagi to" ucapku pada diri sendiri,Aku bergegas mandi dan memakai pakaian sekolahku. Dengan aksesoris biru yang lengkap. Pagi ini, aku tak ingin sarapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KIARA [END]
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • cinta dingin sang ketos
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Pretty Careless
  • Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤

"Ra, are you okey?" tanya Aksa. "I'm fine" "Gak usah bohong, maaf kalau kesannya gak sopan" jeda Aksa "tadi gue sempet denger kata-kata bokap lo". "Udah biasa kok" "Kalau mau nangis.. Nangis aja, ra" jeda Aksa "lo anak baik, lo udah berusaha. Jangan memikul beban lo sendirian gue ada di sini". "Jangan ngerasa lo sendirian, jangan ngerasa lo terlalu banyak membebani gue. Gue malah seneng kalau di bebani lo, masa cewek keras kepala ini mau nyerah". "lo kan pernah bilang ke gue, jangan pernah menyerah kalau mau itu semua terkabulkan berarti kita harus berusaha keras" "Gue.. Bersyukur masih punya lo, sa" ucap Kiara. "Gue gak bakal kemana-mana, gue bakal selalu ada di samping gadis cantik bernama KIARA MACKENZIE". "Pokoknya lo harus janji, janji liat gue jadi dokter" "Gue janji, Ra" Akan kah Aksa menepati janjinya? ⚠️WARNING ⚠️ Cerita ini sebagian ada dalam hidup ku, dan sebagian lagi aku ngarang. Aksa memang nyata! Dia ada di dunia ini, namun kisah dan ending nya aku buat berbeda..di tahun ini aku akan mencoba melupakan nya. Maaf jika masih ada typo🙏 Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines