We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ice Blended

Ice Blended

  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Hei, kamu. Terimakasi telah memberi luka, juga kenangan yang sangat sulit dilupakan, sangat sulit sampai akhirnya aku menyerah. Membiarkan saja kenangan dan juga luka sendirinya masuk tanpa ku larang seperti dulu, dimana saat aku mati-matian mengusirnya. Toh, sama saja. Dengan tanpa aku larang ujungnya sesak dihati masih ada, air mata kerinduan juga menetes. Berlanjut dengan diriku yang menuntut mu untuk hadir menghapus rindu. Terimakasih Sungguh, tulus kali ini ku ucapkan dalam barisan kata. Setidaknya dengan kehadiran mu 10 tahun lalu menjadi alasan ku untuk membuat cerita ini. Menjadi ide terkuat dalam setiap chapter yang ku buat.
All Rights Reserved
#71
childhood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepucuk Rindu
  • ngger adalah vandyku
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • harapan yang pupus
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Rasa Tanpa Kata
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Yang Terluka
  • Reinata
  • Langit Senja (End)

Ini mungkin sedikit klikbait dengan sampul. Tapi kisah ini adalah nyata dan benar-benar terjadi pada diriku. Beberapa diantaranya kubuat fiksi agar tidak terlalu membosankan untuk dibaca, tapi percayalah itu dilakukan untuk hiburan semata. Aku ingin berterimakasih kepada mereka yang telah hadir dalam cerita hidupku, semoga mereka diberikan kehidupan yang layak oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa mereka mungkin kini aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Juga kepada para pembaca, selamat menghibur lara dengan cerita yang ada. Maaf bila terdapat kesalahan kata atau kekurangan dalam alur cerita. Semoga dengan ini, bersama kita bernostalgia masa-masa dimana hidup belum dipenuhi fikiran dunia, dan masih bergelimang cinta. Sebab patah hati itu biasa, namun tetap saja, menaruh perasaan pada orang yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines