Tebak-tebakan Cinta

Tebak-tebakan Cinta

  • WpView
    Leituras 793
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, ago 10, 2017
"Nyatakan perasaan cinta lo ke orang yang lo sukai." Deg Hening. Semua orang menanti-nanti kalimat apa yang akan keluar dari mulut Ega. Apalagi Mega. Mega masih bersusah payah meredam jantungnya yang berdegup semakin kencang. Meredam peluh yang kalau dibiarkan keluar akan membanjiri sekujur tubuhnya. Terlebih mencoba meredam debaran hatinya yang semakin tak karuan. Akankah Ega menyatakan cintanya? Ke siapaya kira-kira? Gue? Gue harap sih. Tapi gimana kalo bukan gue. Duh. Gue siap gak ya? Arrgghhhh. Hati kecil Mega bertengkar di sana. "Oke, tapi bukan hari ini. Seminggu lagi gue bakal nyatain cinta gue ... di sini, di tempat ini, di jam dan di detik ini." Ada misteri apakah dalam 7 hari nanti? akankah Ega menepati janji itu? @copyright2016
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • AFTER (COMPLETE)
  • BHS
  • save me
  • Heart Attack
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Dia Anggana.
  • Kisah Dari Mega
  • Penantian

Aku selalu menatapmu dalam diamku, berharap kau sekali saja dapat berpaling kearahku.... Menantimu selama 17 tahun, membuatku mengorbankan setiap apa yang aku punya untukmu... Cintaku, cita-citaku, harapanku, hidupku... semuanya hanya untuk selalu dapat berada disisimu... Namun, saat aku berusaha menjadi orang egois, hanya untuk 3 bulan, kau selalu meneriaki aku dengan kata-kata kasarmu... Kumohon, hanya 3 bulan, tak lebih ! Tapi kau selalu tak peduli ! Aku sakit, bisakah kau temani aku, hanya sebentar saja?Ku mohon.... _oOo_ Tentang rasa yang bertepuk sebelah tangan, tentang harapan dan perjuangan... Bukan hanya soal cinta namun juga hidupnya... Penantian terbalasnya perasaan terpendam, yang tak pernah mampu dirinya ucapkan, bahkan sampai penantian panjang itu terhenti untuk selamanya. "Aku titipkan pesan itu pada Tuhan, untuk menjagamu, menghiburmu dalam sukarnya kisah kehidupan mu. Kali ini, kali ini saja, biarkan aku berbisik, pada satu detik terakhir nafasku, bahwa rasa ini akan selalu sama, I love you Damma."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo