Tebak-tebakan Cinta

Tebak-tebakan Cinta

  • WpView
    Reads 794
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 10, 2017
WpInfo
Non-Fiction
"Nyatakan perasaan cinta lo ke orang yang lo sukai." Deg Hening. Semua orang menanti-nanti kalimat apa yang akan keluar dari mulut Ega. Apalagi Mega. Mega masih bersusah payah meredam jantungnya yang berdegup semakin kencang. Meredam peluh yang kalau dibiarkan keluar akan membanjiri sekujur tubuhnya. Terlebih mencoba meredam debaran hatinya yang semakin tak karuan. Akankah Ega menyatakan cintanya? Ke siapaya kira-kira? Gue? Gue harap sih. Tapi gimana kalo bukan gue. Duh. Gue siap gak ya? Arrgghhhh. Hati kecil Mega bertengkar di sana. "Oke, tapi bukan hari ini. Seminggu lagi gue bakal nyatain cinta gue ... di sini, di tempat ini, di jam dan di detik ini." Ada misteri apakah dalam 7 hari nanti? akankah Ega menepati janji itu? @copyright2016
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFTER (COMPLETE)
  • STUCK
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • Dia Anggana.
  • Heart Attack
  • save me
  • Maaf' (Revisi)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ALSTARAN [END]

Aku selalu menatapmu dalam diamku, berharap kau sekali saja dapat berpaling kearahku.... Menantimu selama 17 tahun, membuatku mengorbankan setiap apa yang aku punya untukmu... Cintaku, cita-citaku, harapanku, hidupku... semuanya hanya untuk selalu dapat berada disisimu... Namun, saat aku berusaha menjadi orang egois, hanya untuk 3 bulan, kau selalu meneriaki aku dengan kata-kata kasarmu... Kumohon, hanya 3 bulan, tak lebih ! Tapi kau selalu tak peduli ! Aku sakit, bisakah kau temani aku, hanya sebentar saja?Ku mohon.... _oOo_ Tentang rasa yang bertepuk sebelah tangan, tentang harapan dan perjuangan... Bukan hanya soal cinta namun juga hidupnya... Penantian terbalasnya perasaan terpendam, yang tak pernah mampu dirinya ucapkan, bahkan sampai penantian panjang itu terhenti untuk selamanya. "Aku titipkan pesan itu pada Tuhan, untuk menjagamu, menghiburmu dalam sukarnya kisah kehidupan mu. Kali ini, kali ini saja, biarkan aku berbisik, pada satu detik terakhir nafasku, bahwa rasa ini akan selalu sama, I love you Damma."

More details
WpActionLinkContent Guidelines