The Statement

The Statement

  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2016
"Jika lo ingin tak ada bekas apapun yang tentunya mengganggu, maka lo harus mengganti kertasnya (kehidupan baru)"- motto of Rara Perlahan tapi pasti, Rara mulai bisa melupakan masa lalu yang pahit berkat motto yang dibuatnya dan berkat kebersamaannya bersama Adriell dan Aviel . Tapi bagai bumi yang berputar, masalah terus saja datang silih berganti. °°° "Gue gak gampang jatuh cinta dan gak gampang berpaling gitu aja! Jadi, please jangan lo lakuin ini semua hanya untuk bermain-main!"-Ashera Shayna Frederick "Suatu saat lo bakalan ngerti maksud gue ra!"-Adriell Kenzie Alcander "Please, kali ini aja ra. Ngertiin gue, artikan semua maksud gue ra!"-Aviel Brian Ramon Ada apa dengan mereka? This is not a story of a love triangle as usual (Ini bukan sebuah cerita cinta segitiga seperti biasanya) . Go read this! A Novel by wulann (Since 19 Mei 2016 - Sekarang)
All Rights Reserved
#705
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketraka Mafy
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • He Wrote My Name Wrong
  • KIARA [End]
  • U are
  • about us and him ✔️
  • Karena Kamu Rumahnya
  • FIZYA
  • Stolen Before Fallen

[Story Completed] Harusnya Tuhan menciptakan waktu berjalan dua arah supaya aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua penyesalanku. Penyesalanku karena aku menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus padaku, menyia-nyiakanmu yang pernah menjadi milikku. Jika ada yang harus aku sesali, itu adalah ketika aku baru menyadari bahwa perasaan ini muncul setelah kepergianmu. Dan aku menyesal karena tidak bisa mengulang waktu untuk memperbaiki segalanya. - Yolanda Amelia, 17. ⚫⚫⚫⚫ "Kenapa kamu mau nerima aku?" Satu alis Yola terangkat. "Apa maksud lo nanya kayak gitu?" "Ya gapapa sih." "Aku tau dari dulu kamu dingin banget sama aku, Yol. Tapi sekarang? Kenapa kamu malah nerima aku? Kenapa?" "Nggak sedikit yang bilang kalau kamu menerima aku karena permainan truth or dare yang kamu mainin sama teman-teman sekelas kamu. Kamu kena dare buat nerima laki laki yang nembak kamu, siapapun itu. Itu nggak bener 'kan?" Arya tersenyum miris. ⚫⚫⚫⚫ Ketraka Mafy Copyrights © 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines