Halo, Janine!

Halo, Janine!

  • WpView
    Lecturas 75
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 13, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Apakah kalian pernah memendam cinta pada seseorang, bahkan sejak seseorang itu masih berseragam putih merah? Ini kisahku. Aku jatuh cinta pada gadis itu. Tapi sungguh sulit untuk menggapainya. Dia begitu bersinar dan membuatku sangat rendah diri bahkan untuk sekadar bilang halo, Janine (Adimas Bhayangkara). Pernahkah kalian merasa seseorang mengamati kalian walaupun kalian tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri? Sungguh aku selalu merasa seperti itu sejak usiaku masih belum genap 9. Tapi diam-diam, aku menyukai perasaan diperhatikan secara diam-diam itu. Walaupun aku tidak tahu, sebenarnya apakah aku aman untuk merasa seperti itu (Janine Anastasya). Suatu saat di masa remaja mereka dipertemukan untuk kemudian dipisahkan dengan sangat kejam. Akan tetapi, ketika takdir kelak mempertemukan mereka lagi, keadaan sudah berbalik. Lalu, apakah dengan demikian mereka bisa bersatu? Entahlah. Hanya waktu yang bisa menjawabnya. NB: Sangat butuh kritik dan saran. :)
Todos los derechos reservados
#423
cintapertama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • always you
  • Rendra & Lila [END]
  • The Fear of Love
  • When his name is
  • Sillage
  • Indelible Person
  • Kamu dan Hujan
  • Dazzling Memory
  • 𝐉𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐬𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧

Rania Amanda terjebak di antara kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Meski hampir sepuluh tahun berlalu sejak ia menjalin hubungan dengan seorang pria di masa SMA, bayang-bayang cinta itu tetap menghantuinya. Sejak saat itu, hatinya seolah terkunci. Tak ada pria lain yang bisa mengisi ruang yang ditinggalkan oleh cinta pertamanya. Rania terus memimpikan wajahnya, seakan berharap pria itu akan kembali dan mengisi kekosongan yang tak pernah mampu ia isi sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali. Di suatu hari yang tak pernah ia bayangkan, Rania melihatnya, pria yang selama ini selalu hadir di dalam pikirannya, kini nyata berdiri di hadapannya. Jantungnya berdegup kencang, seperti sepuluh tahun yang lalu. Tetapi, tatapan pria itu asing dan datar, tanpa jejak kenangan yang pernah mereka bagikan. Dia seolah tak mengenali Rania, seolah masa lalu itu hanyalah mimpi yang terbang menghilang. Rania tak bisa memahami apa yang terjadi. Apakah benar pria itu sudah melupakan dirinya sepenuhnya? Ataukah hanya dirinya yang terperangkap dalam kisah cinta yang tak pernah ia tinggalkan? 📌 Cerita ini murni karangan dari saya sendiri. Jika terdapat kesamaan nama tokoh dan tempat, itu benar-benar ketidaksengajaan. 📌 Cerita ini masih memiliki banyak kekurangan, jadi saya akan sangat menghargai kritikan dan saran membangun dari pembaca.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido