Halo, Janine!

Halo, Janine!

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 13, 2020
Apakah kalian pernah memendam cinta pada seseorang, bahkan sejak seseorang itu masih berseragam putih merah? Ini kisahku. Aku jatuh cinta pada gadis itu. Tapi sungguh sulit untuk menggapainya. Dia begitu bersinar dan membuatku sangat rendah diri bahkan untuk sekadar bilang halo, Janine (Adimas Bhayangkara). Pernahkah kalian merasa seseorang mengamati kalian walaupun kalian tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri? Sungguh aku selalu merasa seperti itu sejak usiaku masih belum genap 9. Tapi diam-diam, aku menyukai perasaan diperhatikan secara diam-diam itu. Walaupun aku tidak tahu, sebenarnya apakah aku aman untuk merasa seperti itu (Janine Anastasya). Suatu saat di masa remaja mereka dipertemukan untuk kemudian dipisahkan dengan sangat kejam. Akan tetapi, ketika takdir kelak mempertemukan mereka lagi, keadaan sudah berbalik. Lalu, apakah dengan demikian mereka bisa bersatu? Entahlah. Hanya waktu yang bisa menjawabnya. NB: Sangat butuh kritik dan saran. :)
All Rights Reserved
#65
lit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Belum Selesai
  • Rendra & Lila [END]
  • Do You Miss Me ?
  • Yang Tertinggal
  • Kamu dan Hujan
  • The Fear of Love
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • 2 MONTH [Complete]
  • 𝐉𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐬𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧

Raden, 21 tahun. Konten kreator. Jomblo. Merantau sendirian. Dan entah kenapa, satu nama dari masa lalu masih terus menghantui pikirannya: Nasya. Mereka cuma saling tatap beberapa kali. Cuma tiga hari ngobrol sebelum akhirnya Nasya pergi. Tapi sejak itu, dunia Raden berubah. Cinta pertama datang terlalu cepat, terlalu singkat, dan terlalu membekas. Bertahun-tahun berlalu, Raden mencoba move on. Menulis, kerja, tertawa, bahkan jatuh cinta lagi-tapi hati kecilnya tetap menoleh ke belakang. Hingga suatu hari, ketika semuanya terlihat baik-baik saja... pesan itu datang. Dan Raden sadar: beberapa hal memang belum selesai, dan mungkin tidak akan pernah. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini tentang kehilangan, penyesalan, dan kenangan yang tak pernah benar-benar pergi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines