Apa Yang Menyiksa Ku

Apa Yang Menyiksa Ku

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, May 20, 2016
WpInfo
Poetry
Entah apa maksud ini semua. Alur cerita hidupku seakan berbeda. Aku begitu berbeda dengan mereka. Bukan tentang fisik melainkan tentang suatu keberuntungan. Mereka begitu beruntung memiliki hidup ini. Mereka selalu beruntung ketika doa-doa mereka cepat sekali Allah kabulkan. Aku irih,sangat irih. Aku merasa Allah tidak menyayangiku. Aku rasa Allah menelantarkan ku. Sabarku. Keluhan ku. Ikhlasku. Ku simpan dalam hatiku. Dan mungkin mereka tau bhwa raut wajahku menyimpan kesedihan dan kekecewaan. Ya, bagaimana tidak. Saat yg ku doakan, yg ku harapkan dan yg sudah ku rancang-rancang ternyata terjadi tidak sesuai kehendak ku. Terkadang Skenario Allah berbeda dengan ku. Bagaimana cara ku ungkapkan sedih ini. Bagaimana cara ku tulis tentang ini. Ingin ku lepaskan semua beban yg menganjal di hatiku. Ampun ya Allah. Ampun Harusnya aku syukuri nikmat mu. Harusnya aku sabari dengan ujian mu. Harusnya aku tau. Ini kebaikan untukku. Namun aku manusia biasa Tuhan. Tak terlepas dari keluhan. ?
All Rights Reserved
#5
keluhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Perjalanan Cintaku...
  • pengendali hati
  • (Bukan) Keluarga
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Puing luka
  • Behind the Silence
  • SERIBU SISI ORIGAMI [COMPLETED]

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

More details
WpActionLinkContent Guidelines