Apa Yang Menyiksa Ku

Apa Yang Menyiksa Ku

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, May 20, 2016
Entah apa maksud ini semua. Alur cerita hidupku seakan berbeda. Aku begitu berbeda dengan mereka. Bukan tentang fisik melainkan tentang suatu keberuntungan. Mereka begitu beruntung memiliki hidup ini. Mereka selalu beruntung ketika doa-doa mereka cepat sekali Allah kabulkan. Aku irih,sangat irih. Aku merasa Allah tidak menyayangiku. Aku rasa Allah menelantarkan ku. Sabarku. Keluhan ku. Ikhlasku. Ku simpan dalam hatiku. Dan mungkin mereka tau bhwa raut wajahku menyimpan kesedihan dan kekecewaan. Ya, bagaimana tidak. Saat yg ku doakan, yg ku harapkan dan yg sudah ku rancang-rancang ternyata terjadi tidak sesuai kehendak ku. Terkadang Skenario Allah berbeda dengan ku. Bagaimana cara ku ungkapkan sedih ini. Bagaimana cara ku tulis tentang ini. Ingin ku lepaskan semua beban yg menganjal di hatiku. Ampun ya Allah. Ampun Harusnya aku syukuri nikmat mu. Harusnya aku sabari dengan ujian mu. Harusnya aku tau. Ini kebaikan untukku. Namun aku manusia biasa Tuhan. Tak terlepas dari keluhan. ?
All Rights Reserved
#5
rintihanhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • SERIBU SISI ORIGAMI [COMPLETED]
  • 31 Months for You (Revisi)
  • (Bukan) Keluarga
  • Puing luka
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Perjalanan Cintaku...

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines