I'm Nara
  • WpView
    LETTURE 5
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, dic 23, 2017
WpInfo
SAGGISTICA
Hidupku dimulai sejak pertama kali lahir dan menghirup kejamnya dunia ini, aku tak pernah berharap akan hidup selama ini . Dilahirkan dari keluarga kaya tak pernah ku minta, selama ini aku selalu berharap kasih sayang dari kedua orang tuaku, tapi ibu kandung yang kusayang selama ini hanyalah palsu belaka, dia hanya seorang ibu tiri yang tidak pernah menyayangiku sedikitpun, terkadang aku merasa tidak lebih baik dari bawang putih bahkan aku lebih menyedihkan dari tokoh menyedihkan itu. Sosok ayah yang kuharapkan baik seperti dalam tokoh sama saja seperti Ibu, tak ada satupun yang menyayangiku, aku selalu bertanya mengapa mereka merawatku sedangkan mereka tidak mengharapkan ku sedikitpun . Kehidupanku tambah diperparah saat aku memiliki adik yang sama- sama diangkat sepertiku, tapi nasib kami berbanding terbalik, dia mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuaku , dia adikku merupakan anak angkat yang diadopsi dari adik kandung ibuku. Setiaphari aku selalu berusaha menyenangkan hati ibu , bahkan aku terbangun sebelum ayamku sijago terbangun , sejak berusia 8 tahun aku sudah mengerjakan semua pekerjaan rumah , tapi aku tak pernah marah pada ibuku , aku selalu berharap dia mau membangunkanku saat pagi hari, memelukku, bahkan menciumku . itu hanyalah khayalan yang tak kunjung datang, Tak sedikitpun aku ingin berpisah dari orangtuaku , aku sering membiarkan adikku mencaci serta memakiku bahkan menendang dan memukulku , teriak dan minta tolong percuma saja , itu semua hanya memperparah keadaan , yang ada aku bagaikan mendapatkan sambaran petir bertubi- tubi . Namaku Nara , Anak bodoh dan tidak tahu apa-apa kata ibuku , Aku selalu meminta kepada tuhan untuk mengubah sikapnya kepadaku walaupun hanya sekejap saja . Hari ini puasa pertama yang kunantikan, saat adzan berbunyi aku ingin sekali memakan buah berduri itu, walau hanya tersisa 2 biji yang dagingnya tak lebih tebal dariku , bahkan tidak ada rasa serta ku kira ini hanyalah sisa jilatan dari adikku .......
Tutti i diritti riservati
#6
merfolk
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Embun Pagi
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Dear Fenly || Un1ty
  • Difference
  • Perjalanan Cintaku...
  • Tentang Aku
  • POSESIF (END)

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti