Story cover for The Rainbow by wulandarimega
The Rainbow
  • WpView
    LECTURAS 160
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 160
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado may 21, 2016
"Kamu salah, Al." 

Pandangan Rara kini menatap lurus dedaunan mangga yang ada di depannya.


"Salah?"

Suara Alam terdengar bingung, sehingga ia kembali mengulangi kata-kata Rara. Sebagai jawaban, Rara mengangguk.

"Pelangi itu bagiku, bukan hanya tujuh warna yang dapat hidup berdampingan. Pelangi itu adalah kehidupan, Al. Seperti warna merah ini, aku lambangkannya sebagai keberanianku menghadapi dunia yang tidak selalu baik."

Rara menunjuk warna merah pelangi yang ia gambar di dalam buku The Rainbow miliknya. Lalu menunjuk warna-warna yang lain dan menjelaskan filosopi di dalamnya.

"Jingga.  Aku menyebutnya sebagai keoptimisanku dalam memperjuangan sesuatu."

"Dan aku menemukan kreatifitasku lewat warna ini, Al, warna kuning. Entah mengapa setiap kegelisahanku saat mencari suatu ide. Hanya dengan memandang warna ini, sesuatu yang baru akan muncul."

Rara diam dan tak lagi bicara. Ia menunggu Alam membuka suara untuk bertanya tentang filosopi warna lain dari pelangi.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Rainbow a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#343handsome
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Stay (Away) de hazelaice
64 partes Concluida
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka cover
Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔) cover
PESAN UNTUK RAYAN cover
Kisah Akala cover
Beautiful Disaster cover
Stay (Away) cover
Fragile cover
Senandung cinta untuk Alyssa(end) cover
Angels and a Girl {BTSZy} [END] cover
No Longer Mate cover

I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka

23 partes Concluida

"Gue suka sama LO!!" teriaknya, dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya. Cowok itu menatapnya, ia sangat terkejut dengan perkataan cewek itu, ini semua diluar prediksinya. "tapi selama ini gue nganggep lo udah kaya adek gue sendiri Ree!" *** Dia kira semua akan berjalan dengan lancar, tinggal melanjutkan hidup meskipun pikirannya hampa dan kosong, setelah pertemuan itu dia tidak menyangka akan menjadi warna-warni dalam beberapa bulan. meskipun tetap sama, dia akan bertahan dengan kehidupannya yang hampa itu. Menceritakan perjalanan dua remaja yang saling menguatkan satu sama lain. kisah hidup mereka masih panjang, pertemuan yang ternyata memiliki permasalahan masing-masing itu terlalu rumit untuk saling mengerti satu sama lain. Rainey Atmojo dan Kalingga Raka Hartanto, apakah mereka akan menemukan titik terang pada kisahnya?