Andromeda

Andromeda

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 22, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Mengapa takdir begitu egois? Memaksa kita untuk berjalan digaris yang telah dilukis. Mengapa takdir begitu ironis? Memaksa kita untuk mengulang waktu, namun tidak bisa memperbaiki masa lalu. Bukan tentang senja, jika tak mampu mengulang sebuah kisah tentang hujan. Bukan tentang senja, jika tak mampu merangkai kepingan-kepingan rasa sakit yang menikam. Takdir selalu menuntun Aira dan Bima seperti dua buah galaksi. Galaksi Andromeda dan Galaksi Bimasakti. Seiring berjalannya waktu, keduanya semakin dekat. Namun, bukan untuk bersama, tetapi untuk saling menghancurkan satu sama lain. Sama seperti persaingan mereka. Persaingan untuk menjadi anak yang terbaik di mata Sang Ayah. Dan diantara relung hati yang rapuh, selalu ada harapan yang tersisa. Dan harapan itu seperti namamu. Kamu yang bisa mengukir asa di hati yang rapuh.
All Rights Reserved
#48
andromeda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Bayang Asa
  • Whisper Of Destiny
  • ECHOES FROM THE FORGOTTEN || BL HALITAU FANTASY AU-Boboiboy Elemental Ship
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Never Be The Same
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • Protection
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines