Forgive Me
  • WpView
    Reads 522
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 22, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Nama gue Sophie gue gadis dengan darah campuran German-Indonesia .Gue lebih milih tinggal dengan mama gue di Indonesia alasannya banyak keluarga mama dan papa gue yang tinggal di Indonesia meskipun adayang menyebar dibeberapa daerah .Gue punya 2 sahabat yang paling dekat dengan gue namanya Amanda Dan Ada satu lagi tapi Sahabatku yang satunya pergi ke luar negeri sejak 3 tahun yang lalu karena ngikut sama ortu nya yang dipindah tugaskan diLuar Negeri tepatnya gue gak tau dimana.Jadi tinggal Gue sama Amanda.Gue sama Amanda sudah kenal sejak kecil sampe sekarang Gue kelas X disalah satu sekolah ternama di Jakarta.Tapi semuanya berubah saat sahabat gue ninggalin gue dan DIA yang datang ke kehidupan gue.Gue percaya sama kalimat"Kesedihan dan Kebahagiaan datangnya satu paket"
All Rights Reserved
#445
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Home Lost in This House
  • It's My Life (END)✔✔
  • Tuan Muda? [Countryhumans]
  • Just Hug Me, please! ✔
  • Be Mine [COMPLETED]
  • 🄸🄽🄳🄾 🅈🄾🅄'🅁🄴 🄼🄸🄽🄴 {Tamat}
  • ASAVELA KIARA
  • ɪ'ʟʟ ᴛᴀᴋᴇ ᴄᴀʀᴇ ᴏꜰ ʏᴏᴜ  < Slow Up >
  • [Sihir Para Countryhumans] | CH |
  • HARALEA (Lovely Friendship) TAMAT

Malam membawa bulan melayang diambang langit Menebar bintang yang berbaris rapi Sakit yg menggerogoti aku Semakin tak berperasaan Menusuk ulu hati, menyisakan luka yang tak kunjung mengering Menambah lara hatiku yg terkhianati Aku tak diberi kesempatan Oleh rembulan untuk berkisah lebih lama dari biasanya Arumi Syafiya. _________________________________________ Secarik kertas terakhir seorang ibu dalam sakaratul mautnya. Lengkap dengan butir-butir air mata yg membekas di atas kertasnya. Dan tetesan darah yang membentuk identitas di permukaannya. Yang membuat siapa pun yang membacanya akan paham, betapa sakit dan. menderitanya ia di penghujung nyawanya. Wanita hebat yg kerap kami panggil Bunda itu, telah tiada tiga tahun yang lalu. Mewarisi kami hati yang terbalut rindu. Lengkap dengan kenangan kami, hari-hari kami, yang kami habiskan dengan canda dan tawa. Tanpa tau apa yang telah dialaminya, kami tak kehilangan sedikit pun kasih sayang. Semuanya utuh, seolah baik-baik saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines