Nee
  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, May 23, 2016
Bunga sakura mekar dengan indahnya mengingatkanku pada seseorang. Entah apa yang kupikirkan, aku hanya teringat sebuah kisah cinta yang pernah kualami di negeri sakura ini. Rasa cemburu, sakit hati, sayang, rindu, semua kualami ketika mengenal orang itu. Sebuah kenangan bersama orang yang ku idolakan sejak lama. Pernah berfikir mustahil kami dapat menyatu karena perbedaan tempat dan status. Tapi nyatanya kami memperoleh kebahagiaan bersama. Aku menggendong bayiku dan menatapnya. Ia menunggingkan sebuah senyuman yang membuatku teringat akan masa lalu. Awal disaat aku telah bertemu dengannya. Bunga sakura yang mekar dengan indah membuatku rindu akan suasana dahulu. Satu nama yang kini telah menjadi orang yang paling berarti dalam hidupku. Sebuah kisah perjalanan cintaku yang penuh problematika. Permasalahan cinta yang hanya ada di negeri sakura ini. Aku terus memandang sederetan pohon sakura dari balkon rumah. Aku berfikir sejenak, jika kau mau memperjuangkan cinta sejatimu,kebahag
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR ALLAH [End!]
  • YOUR'S [SasuSaku] ✔✔
  • Delicate ✓
  • Restoration Of Konohagakure | Sasuke
  • SISTER'S✔️
  • Sayonara Memories
  • A Dreamer : Sakura

✎Di dalam sangkar pernikahan paksa, hati kami terkurung seperti burung yang terjebak dalam kandang yang sempit. Namun, di balik jeruji tatapanmu, Gus, kutemukan setitik cahaya yang menembus pekatnya kegelapan, seperti sinar matahari yang memecah kabut pagi. Kau, yang dulu asing, kini menjelma teman setia, penawar sepi yang menghantui hati ini. Cinta yang tak terduga, mekar perlahan, seperti bunga yang merekah di antara retaknya takdir. Setiap detik yang kita lewati bersama, membuat hati ini semakin terikat pada dirimu, seperti benang yang terjalin erat dalam tenunan cinta. Aku tidak pernah menyangka, bahwa pernikahan paksa ini akan membawaku kepada cinta sejati. Tapi, kini aku menyadari, bahwa cinta tidak pernah memandang cara dan waktu. Cinta hanya memandang hati, dan kau telah menembus hati ini dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan, seperti oase di tengah gurun yang kering, seperti cahaya di tengah kegelapan yang pekat. Gus, aku cinta padamu, seperti laut yang menghanyutkan pantai, seperti angin yang menghembuskan daun. Aku cinta padamu dengan sepenuh hati, seperti bunga yang mekar di taman cinta, seperti burung yang terbang di langit kebebasan.✎

More details
WpActionLinkContent Guidelines