Wanita Hebatku

Wanita Hebatku

  • WpView
    Reads 397
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 17, 2016
Untuk laki-laki bijaksana yang telah memilih meninggalkan aku dan ibu , Dulu. Terimakasih untuk telah pergi saat aku masih semungil itu .Terlalu mungil bahkan untuk tahu apapun selain wajah ibunya .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sehari Untuk Selamanya
  • Hanya Singgah
  • Hai, Kak! (END)
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • JENLISA: Istri untuk Daddy
  • IBU ADALAH WANITA TERBAIK
  • Runaway [SELESAI]
  • This Is Not My House
  • Merindukan senja

"pokoknya nji mau nya mama yang suapin" _kenzie "Kamu apa-apaan sih Kenzie? Udah gede gitu emang nggak malu?" _Riana "Tapi mama kan udah janji seharian bakal turutin permintaan nji?" _kenzie "Iya tapi hari ini kamu tuh aneh. Manja banget. Mama juga butuh istirahat buat besok, nah ini kamu dari pagi banyak banget mau nya. Minta di potongin kuku lah, di temenin tidur siang lah. nah sekarang apalagi? Minta di suapin? Ayolah Kenzie.. kamu udah 15 tahun." _Riana "16 ma.. 2 bulan lalu." _Kenzie Satu fakta lagi bahwa ibunya memang melupakan hari kelahirannya. "Nji janji ini terakhir kalinya.. eh enggak deh. Besok nji minta papa mandiin nji dulu" _kenzie Riana tak pernah berfikir bahwa itu adalah obrolan terakhirnya dengan Kenzie, anak sulungnya yang selama ini mengemis kasih sayang dan terabaikan olehnya. "Tapi mama tau nggak kalau malaikat mencabut nyawa nggak harus orang yang sakit aja ma.. kadang tuhan manggil orang yang...." "Diam Kenzie. Kamu lagi makan nggak boleh sambil bicara" potong Riana, hatinya tiba-tiba perih mendengar ocehan putranya. "Kamu tau kalau Khanza lebih butuh perhatian Kenzie" _batin Riana..

More details
WpActionLinkContent Guidelines