Luka Andini

Luka Andini

  • WpView
    Reads 1,672
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 24, 2021
Kadang aku berpikir rumah ku adalah penjara. Bukan tanpa alasan, aku berkata demikian. Aku merasakan tak kasat mata di rumah ini. Tapi walaupun terasa kasat mata, rumah ini mengekangku.. Aku harus rela menjadi yang nomor dua dalam hal apapun. Apapun... Benar apapun.. Dan tak ada hak apapun untuk memberikan pendapat ketidaksukaanku. Aku harus rela berkorban... Bahkan sekalipun tentang... Orang yang aku cintai. - Silvia Andini -
All Rights Reserved
#238
merelakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Before Goodbye
  • jangan sakiti aku
  • Di Balik Nama Zella
  • Home?
  • ARSENIO [KEPERGIANNYA]✔️
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • Without You_
  • HURT (my Sister Is My Enemy)

cinta kita? maaf ini hanya kisah cinta diriku yang mencintai seseorang yang tak bisa membuka hatinya untukku tapi bisa untuk orang lain "aku sangat mencintaimu, knp kamu tidak bisa membuka hati untukku" "maaf, cinta tak bisa di paksakan" "...." tersenyum dengan keadaan terluka itu menyakitkan. sama dengan keadaan diriku. diriku ingin lepas dari mu tapi hati terus meronta untuk bersamamu. akan kah kita bersama, atau terpisah memilih takdir yang berbeda

More details
WpActionLinkContent Guidelines