B3DA
  • WpView
    Reads 731
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 30, 2016
Dia sahabat ku, tapi mengapa aku selalu merasakan sesak di jantung ku ketika dia bersama orang itu, seakan ada sesuatu yang menyumbat aliran darah ku, membuaat ku tak berdaya, aku merasakan sakit yang begitu mendalam. Kenapa ini? Ada apa dengan diri ku? Perasaan apa ini tuhan yang melanda batin ku? Baru saja kau beri aku kebahagianan dengan kau datangkan dia dalam hidup ku, tapi kenapa sekarang jadi begini? Sekarang aku sadar, dan aku tidak mau terus-terusan membohongi diri ku sendiri, bahwa aku mencintainya, ya aku mencintainya. rasa cinta yang selalu aku sembunyikan dalam hati ku, aku sadar tuhan, sekarang aku sadar, dan aku mengaku kalah di hadapan mu....~alitza anggun batsyua celeste.
All Rights Reserved
#63
rendom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • BarraKilla
  • Can You Love Me? [COMPLETE]
  • STARK ✓
  • Yesterday Lies
  • Full Of Scratches
  • i hate you bossy!
  • Rindu
  • (1) HIM ✔
  • "Singgah"

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines