Selamat Mengulang 18 Mei (lagi)

Selamat Mengulang 18 Mei (lagi)

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 23, 2016
Hey, kamu. sosok perempuan tangguh, yang hatinya seperti galeri luka dengan satu orang yang sama. Entah bagaimana ingin ku sampaikan rindu. Aku kehabisan cara, maka menulislah aku sebagai hadiah yang bisa kau baca jika sibuk mu mereda. Bertahun-tahun lalu kita saling sapa. Jika ku ingat-ingat lagi ternyata menulis lah yang membuat kita dekat. lekat. tanpa sekat dan begitu erat. persahabatan biasanya muncul tak secepat kilat. ada proses yang perlahan-lahan merambat, melingkar,menjalari lalu lekat, erat tak terpisahkan. tapi denganmu semuanya terasa berbeda, mengalir begitu saja meski kini raga kita dihantam jarak. Lima hari yang lalu adalah ulang tahun mu. maafkan sahabatmu ini yang sedikit melupa, sebagai permintaan maafku maka aku melahirkan tulisan ini. Tulisan ini tidak sesempurna persahabatan kita memang, akan tetapi percayalah semua doa-doa terbaik mengalir dari ulu hati ku menuju hilir bahagiamu yang aku tahu tak pernah kering. Tulisan ini Bukan surat cinta memang, juga bukan ucapan selamat ulang tahun. hanya kata-kata yang di tangguhkan untuk ku ucappada malam 18 mei, hanya keresahan hati tentang rindu yang tak sampai. hanya tulisan keluh kesah dari seorang sahabat yang menuntut temu. semoga bulan ini segera di segerakan Tuhan. Untuk perempuanku yang hatinya seperti galeri luka. aku berdoa banyak sekali tentang luka-luka mu yang mungkin telah sembuh. jika sosok itu belum hilang juga dalam hati dan pikiran mu maka biarkan Tuhan merawatnya dengan sangat baik. Sudah berapa tahun kita saling mengenal? mau sampai kapan kau terus menyimpan "DIA" disana? tahun berganti baru, semoga galeri hati mu pun begitu. Berubah dari sebuah luka menjadi sebuah suka yang datang beruntun. Untuk perempuanku yang jaraknya ratusan mil dari tempat dimana aku berada, apalah yg bisa ku hadiahkan selain harap dan asa. tak ada. karena kau telah di cukupkan dalam doa-doa tulus yg hadirnya tak pernah putus. Selamat ulang tahun, mari mengulang bahagia bersama-sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Rendra & Lila [END]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Perjalanan Cintaku...
  • Air Mata Cinta
  • Sekali Lagi (End)
  • My Diary
  • DikaRanggi
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines