Little Story

Little Story

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 19, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Ini aku, Cinta. Tak lebih hanya sebuah mutiara yang tersembunyi dalam lautan kesedihan. Sangat tersembunyi hingga malaikat pun tak bisa melihatku tanpa bantuan mata Tuhan. Tak ada satu pun yang bisa membaca hatiku kecuali Tuhanku. Aku hidup dalam riak hidupku sendiri hingga akhir hayat. Tak ada yang ingin kumiliki karena pada akhirnya aku juga akan mati . Aku hanya ingin berbagi demi melihat tawa dan senyuman abadi dari orang-orang luar yang mau menjadi temanku. Aku ingin melihat lebih banyak senyuman, tawa, dan keceriaan. Membahagiakan lebih banyak manusia dengan apapun yang bisa kulakukan. Aku sangat bahagia saat melihat senyuman tulus mereka untukku. Aku akan terus berusaha ceria dan berbagi senyuman meski jiwaku harus bertarung dengan sakitnya air mata dan kepedihan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • Perjalanan Cintaku...
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • Terjebak Nostalgia
  • Tentang Kita
  • SasuHina - Love Story
  • Always Be With You
  • HATI💔 YANG TERPILIH

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines