POPping The Bubble Gum

POPping The Bubble Gum

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 23, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
POP! Begitulah bunyi sebuah balon permen karet yang meletus karena tidak sanggup lagi menampung angin didalamnya. Disetiap kali ada bunyi POP!, disitu juga ada tawa pelan darinya; gadis yang selalu duduk disamping Raka di kelas komputer, Kaia. Namun tak selamanya dimana ada bunyi POP!, disitu ada kekehan. Ada kalanya bunyi POP! tersebut terdengar seperti sesuatu dari Kaia yang tak pernah Raka lihat sebelumnya. (c)2016 by morekrizzy All Right Reserved
All Rights Reserved
#501
teenager
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In Someone Elses Shadow
  • RAIN (END)
  • 3 Kisah Cinta (Terbit) Dan (Sudah Di Bukukan)
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Orang Polos Itu Berbahaya (TAMAT)
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • Enough
  • LEARA

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines