THE LAST POWER

THE LAST POWER

  • WpView
    Reads 40,913
  • WpVote
    Votes 3,426
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 17, 20171h 20m
Prolog Hari masih terlalu gelap ketika matahari terlihat malu-malu untuk memunculkan dirinya. Udara terlalu basah akaibat hujan semalam. Walau seperti itu, terlihat seorang pemuda berambut jabrik bewarna kuning cerah berjalan dalam pagi yang belum sempurna itu. pemuda yang kita tahu bernama Namikaze Naruto itu berjalan pelan. Bukan karena sok keren seperti di film-film tapi jika ditelisik wajah tannya maka dapat disimpulkan bahwa sang Namikaze bungsu tersebut tengah menahan air mata yang sebebtar lagi akan terjun bebas. Hatinya terluka. Kepercayaanya telah dikhianati. Kesetiaannya dianggap angin belaka. Jika orang yang selama ini menjadi pahlawanmu ternyata tak lebih dari seorang bajingan, apa yang kamu rasakan? Sungguh, ia merasa dunia bukanlah tempat yang indah lagi. Sudut pandangnya pada dunia seakan telah tertutup duka yang terlalu dalam. Drtt... Drtt... Naruto melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Ia mendengus pelan. Sama sekali tak berniat untuk mengangkat telefon dari 'dia'. Untuk apa? Untuk apa ia harus berhubungan dengan orang yang telah menorerkan luka yang tak tahu kapan akan sembuh? Sebenarnya Naruto bukanlah pemuda yang suka mendendam. Jika kau tak berlebihan dalam mengganggunya di jamin senyuman 10.000 volt miliknya masih akan terpasang. Tapi, mungkin senyuman itu kini telah tertelan gerhana. TBC
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'II Smile Even it is Hurts
  • Secret Arietis.
  • Nyangga
  • AKU PENCIPTA URBAN LAGEND
  • Shanarqie
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]

Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku sudah melupakanmu, bahwa aku baik baik saja sekarang tanpa mu. Tapi tidak perduli berapa kali aku harus berpura pura nyatanya aku terus memikirkan mu dan air mata ini pun terus mengalir. Tapi aku berjanji tak akan menangis lagi jadi kau tak perlu merasa bersalah karena aku akan mencoba hidup tanpa mu. Tidak perduli seberapa sakitnya, bahkan jika air mata terus datang aku ingin tersenyum, aku ingin memikirkan mu dan tersenyum. Tapi aku masih tidak bisa percaya, rasanya seperti aku bisa melihatmu. Kenyataan yang mengatakan kau tidak lagi di sisiku, aku mencoba menyakinkan diriku sendiri bahwa itu bohong. Tapi nyatanya kau memang tidak lagi di sisi ku, hanya gambar yang ku miliki. Aku hanya bisa melihat senyuman kotak mu pada foto yang kau tinggalkan untukku. PLEASE UNTUK KALIAN SEMUA INI HASIL KARYA DAN IDE SAYA SENDIRI, BAGI KALIAN YANG MENEMUKAN KEMIRIPAN DENGAN CERITA INI BISA LANGSUNG HUBUNGI SAYA DEMI KENYAMANAN BERSAMA. CERITA INI SUDAH DILINDUNGI DENGAN HAK CIPTA. TERIMAKASIH DAN SELAMAT MENIKMATI 😊💜🙏

More details
WpActionLinkContent Guidelines