THE LAST POWER

THE LAST POWER

  • WpView
    Reads 40,924
  • WpVote
    Votes 3,426
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 17, 20171h 20m
WpInfo
Fanfic
Naruto
Prolog Hari masih terlalu gelap ketika matahari terlihat malu-malu untuk memunculkan dirinya. Udara terlalu basah akaibat hujan semalam. Walau seperti itu, terlihat seorang pemuda berambut jabrik bewarna kuning cerah berjalan dalam pagi yang belum sempurna itu. pemuda yang kita tahu bernama Namikaze Naruto itu berjalan pelan. Bukan karena sok keren seperti di film-film tapi jika ditelisik wajah tannya maka dapat disimpulkan bahwa sang Namikaze bungsu tersebut tengah menahan air mata yang sebebtar lagi akan terjun bebas. Hatinya terluka. Kepercayaanya telah dikhianati. Kesetiaannya dianggap angin belaka. Jika orang yang selama ini menjadi pahlawanmu ternyata tak lebih dari seorang bajingan, apa yang kamu rasakan? Sungguh, ia merasa dunia bukanlah tempat yang indah lagi. Sudut pandangnya pada dunia seakan telah tertutup duka yang terlalu dalam. Drtt... Drtt... Naruto melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Ia mendengus pelan. Sama sekali tak berniat untuk mengangkat telefon dari 'dia'. Untuk apa? Untuk apa ia harus berhubungan dengan orang yang telah menorerkan luka yang tak tahu kapan akan sembuh? Sebenarnya Naruto bukanlah pemuda yang suka mendendam. Jika kau tak berlebihan dalam mengganggunya di jamin senyuman 10.000 volt miliknya masih akan terpasang. Tapi, mungkin senyuman itu kini telah tertelan gerhana. TBC
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Taruhan Cinta Haz Arman (EBOOK)
  • Reninkarnasi ketubuh gadis malang
  • Secret Arietis
  • Di sebalik layar
  • Shanarqie
  • My Best Mama
  • AKU PENCIPTA URBAN LAGEND
  • I'II Smile Even it is Hurts

Hantu? Batari sama sekali tak percaya dengan hal semacam itu. Hingga suatu waktu, ia berubah pikiran setelah mengalami banyak kejadian diluar nalar. Pindah kediaman akan menjadi awal kisah antara gadis manis bernama Batari Nalendra Putri dan pemuda tampan bernama Hansen Terheide De Vries. Mungkin jika Batari mengetahui siapa sosok tampan itu, sudah dipastikan gadis tersebut akan memilih untuk tidak mengenalnya sama sekali. Namun takdir berkata lain. Kantung hati Batari kini hanya diisi penuh oleh nama pemuda bermanik biru redup itu. Tak ada yang lain. Begitupun dengan Hansen. Dia teramat sangat mengagumi dan terpesona dengan sang gadis pribumi. Selain jatuh hati, ada hal lain yang membuat Hansen terus berada disisi Batari. Pertolongan. Iya, itulah yang dibutuhkannya. Dan menurut Hansen, Batari adalah orang yang tepat. Batari adalah orang yang diyakini dapat membantunya keluar dari kesengsaraan. Namun ketika pertolongan itu tiba, Hansen malah mengulur waktu. Alasannya hanya satu. Dia masih ingin bersama Batari sedikit lebih lama. Hanya itu. Menolong Hansen, artinya mereka akan terpisah. Tapi jika tidak ditolong, itu akan membuat Hansen tersiksa. Lalu, sikap apakah yang harus Batari ambil?

More details
WpActionLinkContent Guidelines