THE LAST POWER

THE LAST POWER

  • WpView
    Reads 40,871
  • WpVote
    Votes 3,426
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 17, 20171h 20m
Prolog Hari masih terlalu gelap ketika matahari terlihat malu-malu untuk memunculkan dirinya. Udara terlalu basah akaibat hujan semalam. Walau seperti itu, terlihat seorang pemuda berambut jabrik bewarna kuning cerah berjalan dalam pagi yang belum sempurna itu. pemuda yang kita tahu bernama Namikaze Naruto itu berjalan pelan. Bukan karena sok keren seperti di film-film tapi jika ditelisik wajah tannya maka dapat disimpulkan bahwa sang Namikaze bungsu tersebut tengah menahan air mata yang sebebtar lagi akan terjun bebas. Hatinya terluka. Kepercayaanya telah dikhianati. Kesetiaannya dianggap angin belaka. Jika orang yang selama ini menjadi pahlawanmu ternyata tak lebih dari seorang bajingan, apa yang kamu rasakan? Sungguh, ia merasa dunia bukanlah tempat yang indah lagi. Sudut pandangnya pada dunia seakan telah tertutup duka yang terlalu dalam. Drtt... Drtt... Naruto melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Ia mendengus pelan. Sama sekali tak berniat untuk mengangkat telefon dari 'dia'. Untuk apa? Untuk apa ia harus berhubungan dengan orang yang telah menorerkan luka yang tak tahu kapan akan sembuh? Sebenarnya Naruto bukanlah pemuda yang suka mendendam. Jika kau tak berlebihan dalam mengganggunya di jamin senyuman 10.000 volt miliknya masih akan terpasang. Tapi, mungkin senyuman itu kini telah tertelan gerhana. TBC
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reninkarnasi ketubuh gadis malang
  • Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]
  • TUAH ASMARA
  • Bumi
  • I'II Smile Even it is Hurts
  • Nyangga
  • My Best Mama
  • AKU PENCIPTA URBAN LAGEND
  • Di sebalik layar

Ketika bulan bersinar terlihat seorang gadis yang tergeletak di bawah pohon yang cukup besar.Gadis Dengan pakaian yang lusuh serta tubuh yang kurus dengan beberapa luka di sekujur tubuhnya, dengan perlahan bulu matanya terangkat dan memperlihatkan bola mata berwarna grey yang indah. "kenapa aku disini bukankah tadi aku terjatuh dari tangga karena wanita tua sialan itu, lalku kenapa aku bisa di hutan ini" ucap gadis itu didalam hati dengan mata yang menelisik ke sekelilingnya.Gadis itu ingat terakhir ia sedang bertengkar dengan ayahnya karena iya tidak mematuhi perintah papanya , ia berniat keluar rumah namun sialnya ia bertemu ibu tirinya yang mencegat dia di tangga menuju kebawah. "Mau kemana sayang bukan kah ini sudah malam " tanya sang ibu tiri. "Itu bukan urusanmu minggir aku sedang malas berdebat dengan wanita ular sepertimu" ucap gadis itu. "Jiaa!! ayah sudah pernah bilang padamu jaga tutur katamu pada ibumu" ucap pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah gadis itu. "Dia bukan ibuku pa! dia adalah wanita yang tidak tau malu dengan menusuk ibu dari belakang hiks" sentak gadis itu kepada ayahnya " jika bukan karna wanita itu maka pasti ibu masih ada yah" ucap lirih sang gadis. Namun reaksi yang ayahnya lakukan jauh diluar fikirannya tiba tiba. Plakk "jaga bicaramu dia ibumu sekarang hormati dia". penasaran dengan kelanjutannya ayo simak ceritanya kuy

More details
WpActionLinkContent Guidelines