The Player Heart [Slow Update]

The Player Heart [Slow Update]

  • WpView
    Reads 836
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 14, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Seharusnya aku mempercayai karma. Seharusnya aku mendengarkan pesan Nindy yang disampaikannya lewat mimpi itu. Seharusnya aku membuka mataku untuk melihat masa masa indah yang telah kita lewati. Seharusnya aku tak boleh mempermainkannya setelah aku menyadari perasaan nyaman yang selalu menyelinap dihatiku ketika bersamanya. Dengan itu dia tidak akan pergi meninggalkanku dengan rasa sesal yang mengendap dihatiku selama bertahun-tahun. -Arga Dithya Pratama
All Rights Reserved
#541
karma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • ORANGE'S SEASON 2 || (Completed)
  • Yang Tertinggal
  • Mahligai Sunyi
  • Syaren
  • Cempaka Terakhir ✔
  • BREATHE
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines