Innocence

Innocence

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 31, 2016
"Kerja lo bagus banget Bar, lo udah bisa buat gw nagis! Sebelumya gw belum pernah nagis cuman gara-gara cowo brengsek kaya elo!" Ucap Kimora dengan suara yang bergetar hebat dan air mata yang meluncur dari mata bulatnya. "Lo, salah paham, in---" Akbar membela diri, karena menurutnya Kimora salah paham. Tatapi, dengan cepat Kimora memotong ucapan Akbar. "Stop it. Gw ngga mau denger lagi sepatah kata pun dari mulut kotor lo!" Ucap Kymora dengan tangan yang menunjuk muka Akbar, kemudian Kymora berlalu pergi dengan linang air. *** Semoga kalian pada suka sama awalan cerita yang gw yang abal-abal.
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang karen (HIATUS)
  • SATU TUBUH BERIBU BENTUK
  • the queen of the stiflers
  • tentang sebuah rasa
  • LOVE STORY QIANARRA
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Happiness [End]
  • Si Cantik Milik Pria Soleh
  • zeandra dan Marsha...

"Sutan. Tau gak apa perbedaannya kamu sama tukang Bakso?" Tanya Karen dan di balas gelengan kepala saja oleh Sutan. "Bedanya. Kalo tukang bakso di panggil Mamang kalo kamu di panggil Sayang," lanjut Karen kemudian tertawa. Sutan menoleh masih dengan wajah datarnya, "Kalo Gue jadi tukang bakso gimana?" tanya Sutan datar. Karen berpikir sejenak. "Ya manggilnya Mamang Sayang. Dong," jawab Karen dengan ceria. "Bisa ae kutil kuda," cibir Sutan kemudian mengacak puncak kepala Karen. Sutan menghampiri motor ninja kesayangnnya yang terparkir di area parkir sekolah sementara Karen menunggu di depan gerbang. "Mau pake helm apa pake hati?" Tanya Sutan setelah ia berhenti di hadapan Karen. Karen terdiam, rupanya Sutan sudah membaik dari moodnya yang tadi hancur karena kesalahan Karen. Karen tersenyum kemudian menjawab pertanyaan Sutan, "Helm-lah, hati gak bisa jadi pelindung kepala," sahut Karen dengan ketus. "Iya. Bisanya jadi Pelipur lara," sahut Sutan seraya memakaikan helm ke kepala Karen. "Bisa ae si kunyuk," cibir Karen kemudian naik keatas motor Sutan. "Pegangan yang kuat. Kita mau terbang," pintah Sutan sebelum menyalakan motornya. YOK LANJUT BACA AMPE ENDING, JANGAN LUPA SIMPAN DI LIBRARY KALIAN AND READING LIST KALIAAAAN. EKHEM JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA VOMENT AND SHARE:V KUY GASKEUN!!! Haaayyyuuuk....

More details
WpActionLinkContent Guidelines