THE TARGET

THE TARGET

  • WpView
    Reads 11,504,453
  • WpVote
    Votes 79,846
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sat, May 30, 2020
[COMPLETE] [WARNING! MENGANDUNG UNSUR DEWASA] "Mulai saat ini kau tinggal disini, untuk pakaian dan kebutuhan lainya tak perlu kau risaukan. Karena akan ada pembantu yang ku pekerjakan disini, tak ada ponsel dan telpon di dalam rumah. Komunikasi sangat terlarang disini". Jelas Dominick di depan pintu. Dominick menoleh ke arah Atha, tatapanya tepat di mata Atha. Membuat Atha sontak langsung menundukan wajah, sungguh dia tak pernah terbiasa di tatap seorang lelaki. Karena selama ini ketika melihat gerombolan lelaki, Atha memilih untuk menunduk. "Dan satu hal yang perlu kau tahu, bahwa kau harus memberiku seorang anak." ucap Dominick tanpa ekspresi. Apa?!! Atha Gilbert harus mengalami kesialan, tujuannya datang ke Roma adalah untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Namun tanpa di sangka dia justru di culik dan di jual. Seorang lelaki dingin bernama Dominick Adrain Ducan membelinya. Mengharuskan Atha untuk hamil dan melahirkan anaknnya. Banyak rahasia di dalamnnya, permainan takdir sangat tidak terduga. Dan kali ini takdir ingin bermain dengan Atha dan juga Dominick. Apakah mereka sanggup? Atau mereka memilih untuk menyerah.
All Rights Reserved
#198
me
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken by You (Darius.E.Farick) on Dreame
  • The Fault
  • ELORA - Si Pemilik Hati (END)
  • BRYAN - Kekasih Pilihan Hati (END)
  • MY MOM IS STILL VIRGIN
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Touch of Sin: Terjerat Cinta Dosen Pembimbing
  • Sesal Yang Terlambat

Setelah membaca dengan teliti petunjuk cara menggunakan testpack yang ada di tangannya. Rea melangkahkan kaki menuju kamar mandinya. Memejamkan mata menunggu tiga puluh detik untuk mengetahui hasilnya. Menghitung dalam hati sambil berdoa agar hasilnya tidak seperti yang ditakutkannya. 24...25...26...27...28...29...30... Rea membuka mata perlahan seraya menghembuskan napasnya yang pelan dan berat. Berusaha menghalau pikirannya yang berkecamuk. Lalu matanya menatap nanar pada stik putih berukuran sepuluh senti yang ada di genggaman tangannya. Menatap dua garis berwarna pink itu. Yang artinya.... Positif. Dia hamil. Dia hamil anak Darius. Tidak mungkin. Ini tidak boleh terjadi. Rea menggeleng-gelengkan kepala sambil membekap mulutnya tak percaya. Menahan jeritannya. 'Tidak. ' 'Ia tidak boleh hamil anak Darius.' 'Ia benci Darius.' 'Ia benci pria kejam itu. Amat sangat.' Lalu dengan kasar Rea membuang testpack itu ke tempat sampah yang ada di samping wastafel. Membuang bukti. Darius tidak boleh tahu. Darius tidak akan tahu apa-apa tentang anak ini. ---Andrea Wilaga.... Kau selalu tertutup padaku dan aku mencoba bersabar padamu untuk membuka dirimu untukku. Selalu. Dan aku tidak bisa menghitung berapa banyak kesabaran yang kumiliki selama kau datang ke kehidupanku, Rea. ---Darius Enrio Farick...

More details
WpActionLinkContent Guidelines