Antares
  • WpView
    Reads 1,836
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2020
"Only in the darkness can you see the stars" -martin luther king- Antares Yang Dingin dan Beku, seperti misteri dalam kotak kaca yang tak mampu dipecahkan. Lalu ada seorang Biru, gadis rapuh yang kehilangan satu persatu orang-orang yang ia sayangi. yang tanpa diminta mengisi tempat dihati Antares sejak pertama kali lelaki itu mengenalnya. Pertemuan demi pertemuan Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan. Membuat keduanya terperangkap dalam perasaan nyaman. Antares tak mau menoleh , ia ingin menikmati, meski sebentar, melupakan sisi kelam hidupnya. Biru tak mau terjaga , ia membiarkan dirinya hanyut dalam setiap perlakuan Antares yang menentramkan hati. Menyandarkan dirinya pada pemuda itu. Tapi tak pernah Biru sadari, dibalik kesempurnaan Antares, tersimpan sesuatu yang gelap, menyedihkan, berbahaya dan penuh Luka.meski Antares tidak pernah sekali pun menceritakan rahasianya, the darkest secret of him.. Bagi Antares Pertemuannya dengan dengan Biru benar-benar mengguncang akal sehatnya. Dan ketika waktu terus bergulir, Antares menoleh.. Ia tertegun, sejak kapan Biru jadi terlihat begitu menarik? Biru yang tertutup, ringkih, penuh kepedihan tapi menyilaukan. Dan semua pun menjadi tak sama lagi.
All Rights Reserved
#169
boyfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • Ar'Gatha (selesai✔)
  • Langit Artharendra
  • D'TOPENG
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • ANGKASA (END)✅
  • ELZEAN [On Going]
  • Wild Guy [completed]✓
  • Langit Yang Merenggut Cinta

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines