Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Embun
  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 12, 2017
Sirine ambulance terdengar begitu melengking menambah ketegangan diwajah orang - orang itu. Isakan seorang ibu yang kebingungan menatap anaknya yang masih berumur 5 tahun terbaring tidak bergerak dengan kulit seperti habis dibakar, di dalam Ambulance yang melaju secepat - cepatnya menuju rumah sakit menjadi gambaran yang sangat menyedihkan disiang itu. Anak satu - satunya yang ia tinggal bermain di halaman belakang rumah, ia dapati sudah pingsan. " Halo ? Ayah segera ke RS. Embuh pingsan !!! " katanya histeris kepada suaminya " Hah? Okeh. Ibu jangan panik. Ayah langsung meluncur ke sana " Ibu Subroto menangis di depan pintu ICU menunggu kabar dari dokter yang sedang merawat anaknya. Seorang diri ia menahan pedih yang hampir meledakkan dada. " Embun anak ibu yang kuat. Bertahan, Sayang " rapalnya lirih berkali - kali berurai air mata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Mama! [✔️]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Shattered Soul
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Kidnapping the General's Daughter
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Garis Singgung
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku
  • Tentang Kota Ini

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines