32 km
  • WpView
    Reads 1,773
  • WpVote
    Votes 207
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 5, 2016
32 km sama dengan 1 jam 32 km bukanlah jarak yang pendek 32 km kau bertemu orang-orang baru setiap harinya 32 km akan mengubah masa depanmu Hadiah Alfanisa, lebih suka menyebut dirinya Heidi, diterima sebagai mahasiswi di salah satu kampus ternama di Palembang. Kekagumannya pada sang kakak mengantarkannya mengambil jurusan yang sama. Teknik Arsitektur. Stacy Clark, bule berhijab, kembali ke kampung halaman ibunya di Palembang setelah ayahnya wafat di London setahun sebelumnya. Dia bertemu dengan Heidi saat upacara penerimaan mahasiswa baru. Persahabatan keduanya terjalin begitu saja. Irfan Fahri bertemu dengan Heidi dan Stacy pada suatu siang di kantin kampus karena suatu insiden. Selalu berada dalam kelas yang sama membuat mereka jadi akrab. Hadi Diandra, laki-laki yang selalu ada untuk Heidi, berusaha untuk membahagiakan perempuan itu. Mereka terhubung dengan jarak 32 km, jarak yang tidak pendek untuk menghadirkan berbagai peristiwa dan perasaan. Kamu bisa patah hati dan juga jatuh cinta. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jangan ada plagiarisme di antara kita (•̀_•́)ง
All Rights Reserved
#258
arsitektur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 74/366
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Quiet Crowded (On Going)
  • Kisah cinta seorang pembalap motor dan mahasiswa arsitektur
  • Takdir Bersama Kita ! (REVISI)
  • Ruang Bersama ✔
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • My Partner is an Old Man
  • Relationship
  • Not A Simple Love (TELAH TERBIT)
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines