We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 23, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Di usiaku yang sudah tidak muda lagi, aku seperti daun kering yang kerap mengikuti tiupan angin, hanya bisa pasrah dan mengikuti aliran nasib yang mengalir sampai dimana aku tak tahu. Senja hari dengan sorot mentari yang kuning kemerah-merahan, aku duduk di anyaman bambu buatanku sendiri. Yang aku buat setahun lalu saat usiaku menginjak 89 tahun. Itu pun seperti membangun gunung rasanya. Anak semata wayangku ikut suaminya di jogja, sedangkan aku hidup di kota kecil yang asri, kabupaten Muara Bulian sisi provinsi Jambi. Belahan Sumatera. Hanya mampu menatap senja sang surya yang terus berlalu. Dan tersenyum pada setiap orang yang berlalu lalang depan rumah dengan panggilan "mbah" kepadaku. Keperkasaanku yang dulu kini luluh termakan umur. Dulu, Aku orang yang pantang menerima bantuan, apalagi hanya untuk urusan rokok. Karena memang aku memiliki hidup yang lumayan mewah. Tapi boros dan suka berjudi. Hm. Kini, aku sering di bantu tetangga dan Badan Amil Zakat, untuk
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Become Baby Boy✓
  • MY SWEET DUDA
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Sehari Untuk Selamanya
  • Hai, Kak! (END)
  • Surga yang Harus ku jaga
  • A R S E A N A
  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • MEMBUAT SUAMI MENYESAL

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines