FILOSOFI RECEH(AN)

FILOSOFI RECEH(AN)

  • WpView
    Membaca 101
  • WpVote
    Vote 16
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 25, 2016
"Kita ibaratnya dua sisi di koin recehan," kata Luke, sambil beneran ngangkat koin 500 perak tinggi-tinggi. Satu hal yang dia nggak tahu adalah, keteknya bau b a n g e t, demi Dewa! "Aku sisi gambarnya, soalnya aku maha ganteng. Kalau kamu sisi angkanya, soalnya kamu jago banget matematika," lanjutnya disertai cengiran lebar. Waktu itu aku ngatain Luke, "Receh banget, sumpah." karena kami masih cuma dua sahabat bagaikan kepompong yang hobinya gila-gilaan. Gak lebih. Tapi saat aku mendapat undangan pernikahan dari Luke beberapa tahun kemudian, barulah aku melihat satu lagi filosofi recehan yang sebelum ini tak seorangpun kami pernah sadari keberadaannya. Recehan, aku dan Luke. Recehan, tinggal kenangan. [ ©2016 by morekrizzy | romance/comedy/teen fiction | bahasa Indonesia ]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#25
tina
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Putralisha~
  • A true friend? || Balas Dendam?
  • Segitiga [END]
  • Strong Girl Michella (END)
  • LOVE OF THE PAST
  • Ar.
  • Persembahan Jarak
  • My Eternal Moon [ End ✔️]

"Gue memang belum bisa buat ngelupain lo, tapi itu belum tentu gue masih cinta sama lo, saat ini gue udah sayang sama seseorang."-Putra "Kalau udah gak sayang bilang! biar icha yang pergi, jangan nyakitin kayak gini."-Icha 🌸 [Putra•Alisha]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan