I Am
  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2017
--Aku tau aku tak lagi berarti di hidupnya mungkin aku hanya terlalu berharap lebih tuk memilikinya. Aku hanya bisa menunggu sampai kapan dia akan kembali padaku padahal aku tau itu tak kan mungkin terjadi di dunia nyata ini. Dia dulu seseorang yang sangat aku kagumi Cintai sayangi tapi sekarang! Mungkin perasaan itu masih ada tapi sayangya aku terlalu berharap dengan perasaan itu semua --Perempuan bodoh itu adalah perempuan yang mencintai seseorang tapi tidak akan pernah menuntut perasaanya di balas.dia akan menyimpan kesakitanya sendiri melihat seseorang yang dia sukai mungkin sudah bahagia denga Orang lain --Pernah gak si loh!!ngerasain yang gue rasain!!ngebayangi apa yang gue bayangin!!pernah gak loh semenit aja mikirin apa yang gue pikirin!!di sini gue bertahan!!!buat loh!!ngalain ego gue buat loh!!dan di saat gue ngerasain hal yang nyakitin gue!!gue slalu bilang "everthing is fine"aku slalu baik2 saja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • You're Here, But Not For Me
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Way To You (END)
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Red String
  • Terjebak Nostalgia
  • Turun Ranjang
  • N O R A [on going]
  • Aku Kamu Dan Dia

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines